Jelang ANTIK 55, Polres Lamsel Lakukan Penyekatan

0
21

KAMIS, 4 MEI 2017

LAMPUNG — Personel Kepolisian Resort Lampung Selatan, mulai melakukan penyekatan di pintu masuk Pelabuhan Bakauheni Lampung Selatan, dengan mengerahkan satu regu personel Satuan Bhayangkara yang diperbantukan di pintu pemeriksaan Area Seaport Interdiction Pelabuhan Bakauheni.

Kepala Urusan Pembinaan dan Operasi Satuan Sabhara Polres Lamsel, Iptu Agus Ngadianto (kacamata hitam) melakukan pemeriksaan di bus penumpang

Kapolres Lampung Selatan, Ajun Komisaris Besar Polisi Adi Ferdian Saputra, melalui Kepala Urusan Pembinaan Operasi Satuan Sabhara Polres Lampung Selatan, Inspektur Satu Agus Ngadianto, menegaskan, personel disiagakan untuk membantu petugas Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Bakauheni serta petugas Satuan Narkoba Polres Lampung Selatan, yang bersiaga secara rutin di pintu masuk Pelabuhan Bakauheni.

Agus mengungkapkan, penyekatan dilakukan untuk mengantisipasi berbagai organisasi massa atau kelompok-kelompok dari wilayah Lampung atau sebagian provinsi di Pulau Sumatera yang diduga akan melakukan aksi unjuk rasa 5 Mei atau dikenal dengan Aksi Simpatik (Antik) 55, yang bertujuan mengawal vonis Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama atau Ahok.

Semua kendaraan yang akan menyeberang dari Pulau Sumatera ke Pulau Jawa diperiksa (sweeping) oleh polisi, di antaranya kendaraan ekspedisi, kendaraan bus pengangkut penumpang serta kendaraan berbagai jenis yang melintas. “Pemeriksaan dilakukan terhadap barang bawaan, untuk menjamin barang tidak disusupi barang-barang berbahaya yang dapat mengganggu jalannya aksi,” terang Agus.

Petugas polisi juga dalam pemeriksaan di pintu masuk Pelabuhan Bakauheni masuk ke dalam setiap bus yang akan menyeberang untuk mengantisipasi penumpang yang akan mengikuti aksi simpatik 5 Mei di Jakarta. Meski tidak menggunakan metal detector untuk memeriksa penumpang serta barang, namun petugas tetap melakukan pemeriksaan dan menanyakan tujuan para penumpang Bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dari Pulau Sumatera menuju Pulau Jawa.

Selain melakukan pemeriksaan kepada penumpang dengan menggunakan kendaraan pribadi dan kendaraan ekspedisi, petugas juga memeriksa penumpang pejalan kaki di pintu pembelian tiket penumpang pejalan kaki yang akan menyeberang menggunakan kapal roll on roll off (Roro). Kegiatan pemeriksaan tersebut diakuinya dilakukan berkoordinasi dengan KSKP, Sat Narkoba Polres Lampung Selatan sekaligus melakukan antisipasi penyelundupan barang barang terlarang.

Pantauan Cendana News, meski berdasarkan pemeriksaan ke sejumlah kendaraan belum ada organisasi massa atau kelompok kelompok yang akan mengikuti Aksi Simpatik 55, sebuah kendaraan personel Sat Sabhara disiagakan di pintu masuk Pelabuhan Bakauheni.

Polisi memeriksa barang-barang yang dibawa oleh truk box pembawa barang ekspedisi

Sebuah kendaraan box dengan nomor polisi B 9284 KXR asal Lampung Utara pembawa barang dagangan koper bahkan diperiksa secara mendetail, karena dicurigai membawa barang terlarang. Kendaraan yang sempat hampir membeli tiket di pintu pembelian tikat bahkan terpaksa diminta kembali, karena dicurigai barang-barang di dalamnya digunakan sebagai modus penyelundupan barang terlarang.

Selain itu, bus-bus penumpang tak luput dari pemeriksaan di bagian bagasi penumpang dan juga barang-barang yang ada di bangku penumpang. Selain dari personel Sat Sabhara Polres Lampung Selatan, penyekatan juga dilakukan oleh Denpom, Intel KODIM 421 Lampung Selatan, yang ikut membantu proses penyekatan di pintu masuk Pelabuhan Bakauheni.

Berdasarkan informasi, sejumlah massa yang akan berangkat dari berbagai ormas masih berkumpul di posko pendaftaran yang dibuka di Kantor Perwakilan GNPF MUI Lampung, meski belum ada informasi teknis keberangkatan akan menggunakan kapal di Pelabuhan Panjang maupun Pelabuhan Bakauheni.

Jurnalis: Henk Widi/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Henk Widi

Source: CendanaNews

Komentar