SENIN, 15 MEI 2017

LAMPUNG --- Balai Karantina Pertanian (BKP) Kelas I Bandarlampung Wilayah Kerja Pelabuhan Bakauheni, menggelar operasi pemeriksaan karantina pertanian yang ditingkatkan di pintu masuk dan pintu keluar pelabuhan penyeberangan Bakauheni, yang merupakan pintu masuk dan keluar Pulau Sumatera, Senin  (15/5/2017), malam.
Pemeriksaan kendaraan box pembawa komoditas pertanian
Menurut Koordinator operasi sekaligus Penyidik Balai Karantina Pertanian Kelas I Lampung Wilayah Kerja Pelabuhan Bakauheni, Buyung Hadiyanto, razia yang digelar malam ini untuk meminimalisir perlalu-lintasan komoditi pertanian, hewan dan tumbuhan tanpa dokumen resmi karantina, terutama menjelang bulan suci Ramadhan.

Menurut Buyung, operasi diperketat pasca pengungkapan kasus pengiriman daging kerbau India sebanyak 7 ton dan 1 ton produk olahan berupa nuget dari Pulau Jawa yang akan dikirimkan ke Pulau Sumatera. Pengiriman komoditas pertanian dan pangan tersebut dipastikan tanpa dokumen yang dipersyaratkan karantina, di antaranya Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) serta tidak melaporkan ke pihak Karantina Kelas II Cilegon Banten.

Pemeriksaan dilakukan oleh belasan petugas karantina terhadap beberapa kendaraan yang dicurigai membawa komoditi pertanian, hewan dan tumbuhan tanpa dokumen diantaranya jenis kendaraan box pembawa telur dan ayam. Selain itu, beberapa kendaraan yang tak luput diperiksa adalah kendaraan pribadi, truk dan bus penumpang.

"Operasi kita perketat saat malam hari, karena kita melihat pengiriman satwa atau komoditas pertanian terutama yang tak berdokumen dilakukan malam hingga dini hari, untuk mengelabui petugas. Maka kita lakukan hingga dini hari," ungkap Buyung.

Selain operasi rutin harian, gelaran operasi yang ditingkatkan merupakan operasi jelang bulan suci Ramadhan, melibatkan beberapa petugas tambahan dan berkoordinasi dengan instansi lain. Operasi kepatuhan yang digelar tersebut dilakukan guna mencegah masuk dan keluarnya komoditas pertanian tanpa dokumen sebagai hama penyakit dan hewan karantina (HPHK) dan organisme pengganggu tumbuhan karantina (OPTK), baik dari Pulau Sumatera maupun dari Pulau Jawa.
 Buyung Hadiyanto
Pantauan Cendana News dalam pemeriksaan beberapa kendaraan ditemukan membawa komoditas ikan jenis layur, meski pengemudi bisa menunjukkan dokumen berupa surat dari karantina ikan. Selain kendaraan jenis box pemeriksaan juga dilakukan terhadap semua jenis kendaraan pengangkut komoditas pertanian dari Jawa menuju Sumatera, dan sebaliknya.
Jurnalis: Henk Widi/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Henk Widi
Bagikan:

Berikan Komentar:

0 comments so far,add yours