Jelang Ramadhan, Harga Sembako di Makassar Fluktuatif

62

SELASA, 16 MEI 2017

MAKASSAR — Menjelang H-10 Ramadhan, harga sejumlah bahan pokok makanan di  Makassar fluktuatif, tidak menentu. Seperti bumbu-bumbu, sayuran dan gula, semua masih batas harga nomal saja. Sedangkan harga ayam dan telur yang justru melonjak naik.

Suasana pedagang di pasar di Kota Makassar.

Situasi di Pasar Terong di Kota Makassar, H-10 Ramadhan masih menjual harga sayuran-sayuran seperti kubis, sawi dan wartel berkisar di antara Rp5000 rupiah. Sedangkan bumbu bawang merah dan tomat masih di kisaran Rp 10.000 per kilo, untuk cabai harganya juga masih tetap Rp25.000 per kilo.

Namun untuk harga bawang putih memang naik, dari harga Rp37.000 menjadi Rp45.000 per kilo. Menurut Ismail, salah seorang pedangang yang berjualan di pasar terong, para pembeli yang notabene ibu-ibu itu kerap mengeluh karena lonjakan harga bawang putih.

“Bawang putih kan merupakan bumbu utama sebuah hidangan, karena tidak mungkin ibu-ibu masak hanya pakai bawang merah saja, dan harga yang melonjak ini yang kerap membuat ibu-ibu mengeluh,” jelas Ismail pada Cendana News.

Bahkan saat ini saja, stok bawang putih sudah mulai langka. Jadi untuk memenuhi stok maka diambillah bawang putih dari China sehingga membuat harga bawang putih menjadi naik.

Ismail menambahkan pula bahwa harga bawang mulai naik pada 2 bulan yang lalu. Ini karena pasokan bawang putih dari Kalimantan sudah agak berkurang.

“Jadi, saya beli bawang putih dari China yang siungnya lebih besar dibandingkan bawang putih dari India yang siungnya kecil dan dibandrol Rp35.000 per kilo,” imbuh Ismail.

Kenaikan harga bawang putih ini membuat permintaan akan bawang putih menjadi sedikit. Namun untuk sayuran dan bumbu lainnya masih tetap stabil. Sedangkan untuk harga gula pasir sendiri tetap di kisaran harga Rp14.000 per kilo.

Selain harga bawang putih yang naik di pasaran, harga ayam potong juga ikut naik dari harga Rp32. 000 per kilo menjadi harga Rp37.000 per kilo. Untuk harga ayam sendiri kenaikannya tidak terlalu signifikan masih di taraf normal saja.

Ungkap H. Suyono, kenaikan harga ayam yang selisihnya Rp 5.000 rupiah ini tidak mengurangi permintaan akan daging ayam.

“Walaupun harga naik sejak 2 minggu lalu namun permintaan daging ayam tetap tidak berkurang karena daging ayam merupakan bahan utama,” jelas Suyono.

Harga kenaikan ayam potong juga diikuti dengan harga telur ayam. Untuk harga terlur ayam dari harga Rp32.000 menjadi Rp37.000. Sama seperti bawang putih permintaan akan telur juga berkurang.

Meski harga bawang putih dan ayam serta telur naik tapi para pembeli yang merupakan kalangan ibu-ibu ini mengaku kenaikan harga seperti ayam dan telur masih dalam batas normal saja.

Normawati, salah seorang pembeli yang sedang berbelanja mengatakan, semua harga bahan pokok menjelang bulan puasa menurutnya masih dalam batas wajar saja dan tidak terlalu mahal.

“Kalau saya lihat kebutuhan harga bahan pokok masih normal naiknya cuma sedikit, tidak seperti di daerah lain menurut saya,” sebutnya.

Jurnalis: Nurul Rahmatun Ummah / Editor: Satmoko / Foto: Nurul Rahmatun Ummah

Source: CendanaNews

Komentar