Jelang Ramadhan, KSKP Bakauheni Perketat Pengawasan Pangan

0
31

JUMAT, 12 MEI 2017

LAMPUNG — Upaya penyelundupan daging babi hutan (celeng) dengan modus pengiriman menggunakan kendaraan ekspedisi, semakin mengkhawatirkan. Daging celeng tersebut ditengarai akan digunakan sebagai bahan campuran pembuatan makanan olahan daging yang akan dijual-belikan selama bulan Ramadhan.

Daging celeng yang pernah diamankan KSKP Bakauheni

Penanggungjawab Kantor Balai Karantina Pertanian Kelas I Bandarlampung Wilayah Kerja Pelabuhan Bakauheni, Drh. Azhar, mengungkapkan, sebagai salah satu pihak yang dilibatkan dalam satuan tugas pengamanan pangan jelang dan selama Ramadhan, pihaknya terus bekerjasama dengan pihak kepolisian.

Azhar menyebut, berbagai modus pengiriman daging celeng yang akan dikirimkan ke Pulau Jawa, di antaranya menggunakan modus kendaraan pribadi, kendaraan bus dan kendaraan ekspedisi. Upaya menyelundupkan daging celeng tersebut diakuinya mengkhawatirkan, karena akan terjadi pengoplosan daging celeng dengan daging sapi atau bahkan diolah menjadi makanan olahan berbahan daging. Selain tidak melengkapi dokumen surat keterangan kesehatan hewan (SKKH), dokumen karantina, daging celeng yang dikirim dari Pulau Sumatera menuju Pulau Jawa juga diangkut dengan cara yang tidak seharusnya.

“Selain harus dilengkapi rekomendasi izin keluar dari daerah asal, izin masuk dari wilayah yang akan dikirimi daging, sebagian daging celeng yang diselundupkan tidak didistribusikan dengan kendaraan khusus berpendingin, dan tidak dilaporkan ke petugas, dan kami mengapresiasi pihak kepolisian menggaglkan upaya penyelundupan daging celeng ilegal,” terang Azhar, Jumat (12/5/2017).

Dr. Azhar (tengah)

Kepala Unit Reserse dan Kriminal Kepolisian Sektor Pelabuhan Bakauheni, Inspektur Satu Ipran, mengaku pihaknya berkoordinasi dengan satuan tugas pangan Polres Lampung Selatan, Karantina, berhasil mengamankan sebanyak 2.300 kilogram daging celeng dalam beberapa karung yang disamarkan dalam kendaraan ekspedisi. Di dalam karung tersebut, berisi sekitar ratusan kantong plastik dengan rata-rata seberat 5 kilogram, yang diisi dengan es sebagai pendingin.

Saat dilakukan pemeriksaan dalam operasi rutin di pintu masuk Pelabuhan Bakauheni terhadap kendaraan pengangkut ekspedisi truk colt diesel bernomor polisi BE 9551 GO, ditemukan sebanyak 23 karung berisi daging celeng. Daging celeng tersebut berdasarkan penuturan sang pengemudi berinisial Iwn dan Mtf, akan dibawa dari Tulangbawang Barat menuju Tangerang, Banten.

“Kita amankan karena daging celeng tersebut tidak disertai dokumen apapun dan melanggar undang-undang karantina, serta berkaitan dengan tugas Satgas Pangan mengamankan bahan pangan jelang Ramadhan,” terang Ipran, mendampingi Kapol KSKP Bakauheni, AKP Enrico D. Sidauruk.

Iptu Ipran (kaos kuning)

Sebagai upaya penyelidikan lebih lanjut, KSKP Bakauheni masih mengamankan kendaraan, pengemudi dan barang bukti sebanyak 100 karung berisi daging celeng tersebut. Selanjutnya barang bukti tersebut akan diserahkan ke pihak BKP Bandarlampung Wilker Bakauheni, karena pengiriman daging celeng tersebut melanggar Undang-Undang Nomor 16 tahun 1992 Tentang Karantina Pertanian, Hewan dan Tumbuhan.

Upaya pengawasan komoditas pangan dan bahan pangan lain terus diperketat oleh Polres Lampung Selatan, terutama di pintu masuk dan pintu keluar Pelabuhan Bakauheni. Penyelundupan daging tersebut menjadi perhatian dengan semakin dekatnya bulan Ramadhan, dengan kebutuhan akan daging yang meningkat dan dikhawatirkan daging celeng dioplos di pasaran dengan daging lain.

Jurnalis: Henk Widi/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Henk Widi

Source: CendanaNews

Komentar