Jembatan Gantung di Banjar, Rusak

98

JUMAT, 19 MEI 2017

BANJAR — Jembatan gantung di wilayah Perbatasan Kota Banjar dengan Kabupaten Ciamis, menghubungkan wilayah Desa Batulawang dengan Desa Bangunsari, tepatnya di Dusun Karangsari, Desa Batulawang, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar, Jawa Barat, kini mulai rusak.

Karsani, menunjukkan jembatan gantung yang rusak

Beberapa kayu yang menjadi bantalan jembatan gantung tersebut terlihat sudah keropos, berlubang, dan lepas dari ikatan, bahkan sudah banyak yang diganti oleh warga sekitar dengan menggunakan bambu dan kayu yang ukuranya tipis.

Karsani (67),  warga setempat, menuturkan, sejak dibangun hingga kini belum pernah diperbaiki, hanya perawatan sederhana saja yang dilakukan, yaitu berupa renovasi penggantian kayu bantalan jembatan sebanyak dua kali, dan pemasangan plat besi di atas kayu bantalan jembatan.

Karsani berharap kepada Pemerintah Kota Banjar, untuk segera melakukan perbaikan, sehingga bisa mengantisipasi kerusakan jembatan gantung yang lebih parah lagi. Terlebih sebentar lagi menjelang bulan Ramadhan, sehingga warga yang melintas jembatan gantung tersebut pun akan semakin bertambah banyak.

“Jangan menunggu kerusakan jembatan gantung lebih parah, baru dilakukan perbaikian. Pemerintah Kota Banjar harus cepat tanggap untuk memperbaiki. Apalagi, sebentar lagi bulan Ramadhan, banyak yang ngabuburit menggunakan kendaraan sepeda motor melintas di jembatan tersebut. Sebelum dilakukan perbaikan terhadap jembatan gantung tersebut, masyarakat yang akan melintas diimbau lebih berhati-hati dan waspada,” kata Karsani, Jumat (19/5/2017).

Hal senada diungkapkan Ruswati (45). Ia menuturkan jembatan gantung tersebut merupakan satu-satunya akses penghubung warga di Dusun Karangsari, Desa Batulawang, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar, Jawa Barat, dan hampir 6 bulan jembatan gantung tersebut mengalami kerusakan, hingga kini belum diperbaiki. Warga berinisiatif memperbaiki jembatan gantung tersebut dengan swadaya dan bahan seadanya seperti papan yang lapuk diganti dengan bambu dan papan kayu yang tipis. Warga banyak yang ketakutan ketika hendak melintas di jembatan gantung tersebut.

“Jembatan gantung papannya sudah banyak yang lapuk dan banyak lubang menganga di tengah-tengah jembatan. Tidak sedikit warga yang terperosok saat melintas di jembatan gantung tersebut. Bahkan banyak orangtua siswa Sekolah Dasar mengkhawatirkan anaknya saat melintas di jembatan gantung, yang membentang di atas Sungai Ciseel tersebut,” Kata Ruswati.

Jurnalis: Baehaki Efendi/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Baehaki Efendi

Source: CendanaNews

Komentar