JUMAT, 19 MEI 2017

PADANG --- Sejak diresmikan oleh Pemerintah Kota Padang, beberapa waktu lalu, Pustaka Rumah Gadang Kampung Batu di Kelurahan Batang Harau, Kecamatan Padang Selatan, yang menjadi kampung percontohan kampung literasi di Kota Padang,  Sumatera Barat (Sumbar), masih kekurangan buku bacaan.
Pustaka Rumah Gadang Kampung Batu
Hal ini dikatakan oleh Bendahara Pustaka Rumah Gadang, Lena Rasid. Menurutnya, hingga kini pustaka yang ada di Rumah Gadang hanya memiliki sekitar 400 eksamplar buku bacaan, mulai dari buku anak-anak hingga buku agama. "Kalau untuk kunjungan ke pustaka, saya lihat semakin ramai, bahkan setiap hari dikunjungi puluhan anak-anak, namun karena persediaan buku masih kurang, intensitas kunjungan juga tidak lama. Satu jam ramai, setelah itu mereka pergi lagi," katanya, Jumat (19/5/2017).

Lena menjelaskan, selain buku anak-anak, buku lintas agama juga sangat dibutuhkan, pasalnya latar belakang masyarakat yang menetap di kampung batu juga dari berbagai agama. Menurutnya, selama ini, sudah ada bantuan buku dari pihak pustaka provinsi dan masyarakat, namun buku-buku tersebut masih kurang. Untuk itu, ia berharap ada sumbangan buku dari donatur maupun masyarakat.

Menyikapi kekurangan buku tersebut, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sumatera Barat, Alwis, mengatakan telah mengulir sekitar 300 buku bacaan, yang rata-rata merupakan buku anak-anak, buku agama dan bidang ilmu lainnya.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sumatera Barat ,Alwis
Menurut Alwis, selain bantuan buku dari perpustakaan, kampung literasi juga menerima bantuan buku pribadi bagi yang ingin membantu. "Bisa disalurkan melalui yayasan gemar membaca sebagai penggagas kampung literasi," kata Alwis.

Alwis juga menyarankan, agar kampung literasi itu ada di nagari dan desa di daerah lainnya, juga bisa menggunakan anggaran dana desa. "Hal ini juga bisa diikuti oleh daerah lain, kan ada dana desa. Saya harapkan hal itu diwujudkan, sehingga membaca ini bisa merata di seluruh daerah di Sumbar," harapnya.
Jurnalis: Muhammad Noli Hendra/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Istimewa
Bagikan:

Berikan Komentar:

0 comments so far,add yours