Kerajinan Kalsel Berpotensi Masuk Pasar Timur Tengah

0
16

SENIN, 15 MEI 2017

BANJARMASIN — Ketua Umum Perhimpunan Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (KBPII) Kalimantan Selatan, Ustad Chairani Ideris mengatakan, beberapa produk olahan lokal asli, seperti tasbih asal Kabupaten Banjar dan kopiah asal Hulu Sungai Tengah (HST) berpotensi besar masuk ke pasar Timur Tengah. 

Ustad Chairani Ideris

“Sekarang memang untuk produk jenis tasbih dan kopiah asal Kalsel sudah ada di jual di Arab Saudi, namun kuantitasnya masih kecil dan harus melalui daerah lain seperti Jawa Timur (Jatim) untuk dapat di ekspor,” kata pemilik Travel Umroh dan Haji Nu Ramadhan tersebut di Banjarmasin, Senin (15/5/2017).

Padahal jika pengusaha lokalnya dibina untuk bisa membuat produk kopiah dan tasbih dalam jumlah besar, tentunya kesempatan bisa mengekspor secara langsung menjadi lebih besar. Menurut dia, perajin asal Kalimantan Selatan kesulitan memenuhi kebutuhan aneka barang-barang itu.

“Kami ini tak bisa ekspor langsung bukan karena masalah kualitasnya, namun hanya tak bisa memenuhi kuantitasnya. Akibatnya mereka berkolaborasi dengan pengusaha Jawa Timur untuk memenuhi kuantitas permintaan dengan keuntungan yang diperoleh menjadi lebih kecil,” tambahnya.

Ia mengingatkan, pembinaan pengusaha tasbih di Kabupaten Banjar dan kupiah HST bisa diintensifkan, baik memberikan modal usaha, teknologi pendukung untuk memproduksi hingga melatih Sumber Daya Manusia (SDM) di sekitar tempat usaha mereka.

“Kalau mereka ini bisa ekspor langsung, selain pengusaha yang bersangkutan bisa mendapatkan keuntungan yang lebih besar, masyarakat sekitar juga bisa dipekerjakan oleh mereka untuk membuat produk. Selain itu bagi daerah bisa menarik pajak dari ekspor yang mereka lakukan,” kata Chairani Ideris.

Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri Dinas Perdagangan (Disdag) Kalimantan Selatan, Gusti Yasni Iqbal mengakui masih rendahnya kontribusi produk handycraft untuk ekspor Kalsel. Ia mengkalkulasi persentasenya masih di bawah 10 persen dari total keseluruhan ekspor Kalsel ke mancanegara yang masih didominasi oleh komoditas pertambangan batu bara dan minyak sawit.

“Paling yang bisa ekspor langsung jenis produk handycaft seperti lampin. Untuk produk lainnya sebenarnya banyak, namun melalui daerah lain seperti Jatim, Jabar, dan Bali karena pengusaha lokal Kalsel masih belum dapat memenuhi kuantitas produk yang dibebankan eksportir,” ujar Gusti Yasni.

Jurnalis : Diananta P Sumedi / Redaktur : ME. Bijo Dirajo / Foto : Diananta P Sumedi

Source: CendanaNews

Komentar