SENIN, 15 MEI 2017

LAMPUNG --- Pengawas non Bahan Bakar Minyak (BBM) SPBU COCO 21.101.02, Desa Kekiling, Kecamatan Penengahan, Lampung, Azhari menyebutkan, untuk ketersediaan elpiji berbagai ukuran di wilayah tersebut masih aman. Bahkan stok ukuran 3 kilogram, 5,5 kilogram, 12 kilogram tersedia untuk dua pekan ke depan.

Azhari, petugas pengawas non bahan bakar minyak SPBU milik Pertamina
"Hingga pekan kedua bulan Mei ini tidak pernah mengalami kendala. Selain harganya permintaan masyarakat juga masih stabil," sebutnya kepada Cendana News, Senin (15/5/2017).

Disebutkan, selain pasokan yang lancar, distribusi mingguan saat stok kosong akibat dibeli oleh masyarakat juga berlangsung lancar tanpa ada hambatan. Saat terjadi kekosongan di lokasi penyimpanan SPBU tersebut lebih disebabkan oleh adanya kepanikan pembelian (panic buying) akibat ketakutan masyarakat tidak bisa memperoleh elpiji di sejumlah pengecer menjelang Ramadhan.

"Kalau kosong sistem pembelian yang dilakukan oleh SPBU ini dengan cara menelpon untuk jumlah permintaan serta kita lakukan sistem transfer uang untuk pembelian baru beberapa jam kemudian elpiji siap dikirimkan sehingga tidak pernah terjadi kekosongan lebih dari satu hari," terang Azhari.

Pihaknya juga menjamin tidak akan melakukan pengurangan stok gas elpiji bersubsidi 3 kilogram maupun elpiji Bright gas dengan ukuran 5,5 kilogram yang tidak bersubsidi. Kalaupun ada hambatan ia menyebut akibat proses bongkar muat yang membutuhkan waktu lama. Saat ini SPBU tersebut menyediakan sebanyak 100 tabung gas ukuran 5,5 kilogram, 300 tabung elpiji ukuran 3 kilogram dan ratusan tabung elpiji ukuran 12 kilogram.

Penyalur elpiji ukuran 3 kilogram di Kecamatan Rajabasa
Salah satu penjual gas di Kecamatan Penengahan, Suprihatin menyebut permintaan yang stabil masih membuat dirinya menyediakan rata rata 50 tabung. Jumlah tersebut kerap habis dalam dua pekan dan dipasok oleh beberapa agen yang mengambil dari distributor dengan harga jual Rp20 ribu per tabung ukuran 3 kilogram dan Rp70 ribu untuk tabung ukuran 5,5 kilogram.

Munculnya tabung gas non subsidi ukuran 5,5 kilogram juga diiringi dengan kebijakan mewajibkan pengecer seperti dirinya untuk menyediakan sebanyak 1 tabung gas ukuran 5,5 kilogram jika menjual sebanyak 5 tabung ukuran 3 kilogram.

"Hingga saat ini harga masih stabil mudah-mudahan selain harga stabil pasokan juga tetap lancar, karena kalau harga normal tapi tabung gas kosong, kasihan masyarakat,"terangnya.
Jurnalis : Henk Widi / Redaktur : ME. Bijo Dirajo / Foto : Henk Widi
Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar:

0 comments so far,add yours