JUMAT, 5 MEI 2017
 
BALIKPAPAN --- Naiknya beberapa komoditas pangan jelang Ramadan, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan optimis bulan Mei inflasi masih tetap terjaga, meskipun ada kenaikan. Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan itu yakni daging ayam ras, telur, minyak goreng kemasan, dan bawang putih.
Thomy Andreyas, Asisten Direktur KpwBI Balikpapan.
Asisten Direktur Thomy Andreyas mengakui, ada beberapa komoditas yang mengalami kenaikan dari hasil pantauan sidak hari ini (5/5), jelang Ramadan. Namun ada beberapa komoditi yang mengalami penurunan juga seperti cabai rawit yang sudah normal dari sebelumnya naik signifikan, sayuran lainnya serta gula pasir.

"Sama-sama pantau tadi beberapa komoditi turun, cabai rawit, bawang merah dan saya kira ini bagus untuk inflasi ke depan. Tapi memang ada kenaikan beberapa komoditi pangan, semoga saja kenaikannya tidak terlalu tinggi dan stabil," ungkapnya usai sidak ke pasar tradisional dan supermarket, Jumat (5/5/2017).

Ia menjelaskan, apabila melihat pola historinya saat Ramadan dan Lebaran terjadi inflasi yang tinggi, namun jika harga bisa dikendalikan dengan menjaga ketahanan stok maka inflasi masih bisa terjaga.

"Kalau kita bisa kendalikan atau menekan kenaikan harga dengan menjaga stok maka tidak mustahil inflasi bisa lebih rendah dari pola histori sebelumnya," ucap Thomy.

Disebutkannya, diperkirakan yang akan mengalami inflasi adalah kelompok transportasi udara karena di momen Ramadan dan Lebaran akan ada arus mudik.

Namun dengan adanya satgas yang ditetapkan Kapolri dan KPPU, dipastikan harga relatif stabil karena harga terus dipantau.

"Tak hanya itu, telah ditetapkannya harga eceran tertinggi (HET) oleh pemerintah sangat mendukung kestabilan harga. Kita tahu dari itu gula pasir malah turun," tambahnya.

Selain itu, Thomy mengimbau agar masyarakat tidak panik karena ketersediaan stok sangat cukup.

Untuk diketahui, pada bulan April 2017, Kota Balikpapan kembali mencatat angka deflasi 0,08% atau terjadi deflasi selama tiga bulan terakhir.

Deflasi yang terjadi pada bulan April 2017 didorong koreksi harga dari kelompok volatile foods yaitu sebesar -0,18%, terutama kembali normalnya harga komoditas cabai rawit serta penurunan beberapa komoditas ikan segar.
Jurnalis: Ferry Cahyanti / Editor: Satmoko / Foto: Ferry Cahyanti
Bagikan:

Satmoko Budi Santoso

Berikan Komentar:

0 comments so far,add yours