SELASA, 16 MEI 2017

MAUMERE --- Sebanyak 18 MCK yang berada di Pasar Alok Maumere kondisinya sangat mengenaskan dan hanya tersisa 8 MCK saja yang bisa dipergunakan tetapi kondisinya pun sangat mengenaskan. Akibat kurang terawatnya kamar mandi dan WC di lokasi Pasar Alok tersebut, menyebabkan para pembeli tidak merasa betah menggunakannya dan memilih cepat kembali ke rumah padahal mereka belum selesai berbelanja.

Kondisi MCK di Pasar Alok yang rusak dan tidak dipergunakan.
Demikian disampaikan Leonardus Resi, salah seorang pedagang sayur yang ditemui Cendana News di los sayuran Pasar Alok Maumere, Selasa (16/5/2017) sore saat sedang merapikan dagangannya.

Dikatakan Leo, sapaannya, pedagang juga sering mengeluhkan hal tersebut ke pengelola pasar namun pihaknya mendapat jawaban bahwa belum ada anggaran perbaikan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Kabupaten Sikka.

“Kami sudah sering mengeluhkan persoalan ini kepada pihak pasar namun sampai saat ini belum juga ditanggapi sehingga pedagang merasa terganggu sekali,” sebutnya.

Banyak pedagang, sebut Leo, terpaksa menumpang kamar mandi dan WC di rumah warga yang berada di sebelah barat di luar kompleks pasar walau harus mengeluarkan uang 2 ribu rupiah untuk membayarnya.

Hal serupa juga dikeluhkan Tadeus Tara, salah seorang pedagang kain tenun yang sudah 1,5 tahun berjualan di Pasar Alok saat disambangi Cendana News.

Dikatakan Tadeus, dari 10 kamar MCK di bagian timur pasar, hanya 4 kamar saja yang bisa dipergunakan namun kondisinya juga sangat mengenaskan, berbau dan kotor padahal untuk menggunakannya pedagang dan pembeli harus mengeluarkan uang untuk membayar jasa.

“Pernah salah seorang pembeli saya mau buang air kecil namun setelah melihat kondisi kamar mandi yang ada, dia tidak mau mempergunakannya dan memilih bergegas membeli barang serta segera pulang,” ungkapnya.

Tadeus bahkan menyayangkan dan hanya pasrah padahal banyak pembeli kain tenun yang dijualnya merupakan wisatawan dari luar Kabupaten Sikka bahkan dari mancanegara yang selalu datang berbelanja.

“Bila pembeli menanyakan kamar mandi atau WC saya katakan tidak ada sebab saya tidak ingin mereka kecewa dan batal berbelanja,” tuturnya.

Tadeus berharap, Dinas Perindag Kabupaten Sikka segera merespon keluhan pedagang dan pembeli karena ini juga berdampak kepada menurunnya jumlah pengunjung pasar padahal sarana MCK merupakan kebutuhan vital.

Tadeus Tara, salah seorang pedagang kain tenun yang berjualan di Pasar Alok.
“Pernah saya membeli gayung sendiri dan meletakkan di kamar mandi tapi esoknya dua gayung yang saya letakkan di kamar mandi hilang, petugas pasar katakan dicuri orang,” tuturnya kesal.
Jurnalis: Ebed de Rosary / Editor: Satmoko / Foto: Ebed de Rosary

Bagikan:

Satmoko Budi Santoso

Berikan Komentar:

0 comments so far,add yours