JUMAT, 19 MEI 2017

PADANG --- Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sumatera Barat, Yosmeri mengatakan, terhitung selama tahun 2016, persentase konsumsi ikan di Sumbar hanya 36 kg per kapita. Jumlah konsumsi ikan tersebut mengalami peningkatan yang hanya sedikit, jika bandingkan pada tahun 2015 lalu yang 33 kg per kapita.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sumbar, Yosmeri
Ia menyebutkan, penyebab rendahnya konsumsi ikan di Sumbar ini karena masyarakat lebih cenderung mengkonsumi daging ayam dan daging sapi, dan jenis makanan lainnya. Berbagai upaya untuk meningkatkan minat masyarakat mengkonsumsi ikan sudah dilakukan, di antaranya merangkul rumah makan.

"Setiap rumah makan juga kita minta tetap menyajikan masakan ikan, tidak hanya ikan laut, tetapi juga ikan air tawar. Bahkan, dari Dinas Kelautan Perikanan memberikan penghargaan kepada rumah makan yang menyajikan masakan ikan. Upaya ini kita harapkan, mampu meningkatkan konsumsi ikan di Sumbar yang dimulai pada setiap rumah makan," tegasnya, Jumat (19/5/2017).

Tidak hanya untuk mengarahkan kepada rumah makan, upaya untuk menanamkan minat mengkonsumsi ikan ialah adanya olahan berbagai makanan olahan. Seperti ikan nila juga ada yang membuatnya menjadi nila asap dan nila kering, ikan lele menjadi dendeng, lele kering dan lele asap, serta ikan tuna menjadi abon.

Yosmeri juga menyayangkan rendahnya konsumsi ikan di Sumbar, karena ketersediaan ikan di Sumbar cukup banyak, yang merupakan hasil tangkap nelayan, budidaya ikan baik di kolam-kolam ikan, hingga adanya keramba jaring apung.

Ia menjelaskan, jika dibandingkan dengan provinsi lainnya di Indonesia, konsumsi ikan di Sumbar masuk kategori sedang, karena masih ada di provinsi lain yang konsumsikan di angka 20-25 kg per kapitanya. Sementara juga ada di angkat 45-46 kg per kapitanya.

"Secara nasional konsumsi ikan ini ditargetkan 40 kg per kapitanya. Namun jika melihat pada Negara Malaysia 50 kg per kapita, Korea 70 kg per kapita, dan Jepang mencapai 120 kg per kapita. Jadi, hal ini tentunya akan memicu Sumbar untuk terus meningkatkan konsumsi ikannya hingga angka 40 kg per kapitanya," ucapnya.

Ketua Forikan (Forum Peningkatan Konsumsi Ikan) Sumbar, Nevi Irwan Prayitno menambahkan, selain adanya upaya yang dilakukan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan tersebut, Forikan juga sering melakukan kegiatan seperti lomba memasak ikan yang dilakukan setiap tahunnya.

Dampaknya, untuk meningkatkan minat masyarakat cukup terlihat, seperti dari adanya lomba memasak ikan, para ibu-ibu memiliki banyak kreasi memasak yang bahannya menggunakan ikan, seperti sate ikan, sop ikan, ikan bumbu arsik, pepes ikan bendang, balado teri, dan banyak jenis masakan ikan lainnya.

"Kalau di Padang, ikan ini sering dibuat gulai yakni gulai kepala ikan, rendang ikan, goreng ikan tongkol. Jadi, dalam lomba memasakan ikan yang digelar Forikan ini, banyak jenis masakan ikan yang lahir," tutupnya.
Jurnalis: Muhammad Noli Hendra / Redaktur : ME. Bijo Dirajo / Foto: Muhammad Noli Hendra
Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar:

0 comments so far,add yours