KSKP Bakauheni Amankan Rokok Tanpa Cukai

102

JUMAT, 19 MEI 2017

LAMPUNG — Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Bakauheni Polres Lampung Selatan mengamankan barang barang tanpa dokumen dalam pemeriksaan rutin. Sebuah kendaraan bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) kedapatan membawa empat kardus rokok tanpa cukai. Selang beberapa menit kemudian petugas juga berhasil mengamankan daging puyuh.

Rokok tanpa cukai yang diamankan petugas

“Pengamanan barang tanpa dokumen tersebut berkat kejelian dari petugas di pintu masuk pelabuhan,” sebut Kepala KSKP Bakauheni, Ajun Komisaris Polisi Enrico Donald Sidauruk di Bakauheni, Jumat (19/5/2017).

Disebutkan, menjelang bulan suci Ramadhan, pihaknya mengetatkan pengawasan di pelabuhan. Hal tersebut sebagai antisipasi maraknya pengiriman komoditas pangan tanpa dokumen resmi dari Pulau Jawa ke Pulau Sumatera dan sebaliknya.

Diterangkan, dalam mobil AKAP tersebut ditemukan sebanyak empat kardus rokok dengan rincian 1 karung rokok merk A BOLD, 3 kardus rokok merk F MILD, dari Surabaya Jawa Timur tujuan Medan Sumatera Utara yang tidak dilengkapi dengan cukai rokok.

“Sebagai proses pemeriksaan dan penyelidikan pengemudi diamankan di kantor KSKP Bakauheni untuk mengetahui asal barang dan tujuan barang berupa rokok tanpa cukai tersebut,” terangnya.

Kapol KSKP AKP Enrico Donal Sidauruk (baju hijau) memimpin razia rutin di pintu keluar Pelabuhan Bakauheni

Berselang 40 menit sesudah pengamanan rokok tanpa cukai, AKP Enrico menyebut sebuah bus Antar Kota Antar Provinsi juga berhasil diamankan karena membawa sebanyak lima koli (karung) berisi daging puyuh. Berdasarkan pemeriksaan lima koli daging puyuh tersebut memiliki berat sebanyak 250 kilogram yang akan dibawa dari Yogyakarta tujuan Sumatera Selatan.

“Kalau daging puyuh kita serahkan ke pihak karantina pertanian kelas I Lampung untuk proses lebih lanjut,” beber AKP Enrico Donald Sidauruk.

Petugas dari BKP Lampung Wilker Bakauheni, Asror yang menerima pelimpahan kasus pengiriman daging puyuh menyebut, selain diangkut dengan alat angkut yang tidak semestinya pengiriman daging puyuh asal Yogyakarta tersebut tidak disertai dokumen.

“Pengiriman daging puyuh tersebut juga dipastikan melanggar Undang Undang Nomor 16 tahun 1992 Tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan,” sebutnya.

Jurnalis : Henk Widi / Redaktur : ME. Bijo Dirajo / Foto : Henk Widi

Source: CendanaNews

Komentar