SELASA, 16 MEI 2017

LAMPUNG --- Razia rutin ditingkatkan jelang bulan suci Ramadhan oleh Balai Karantina Pertanian Kelas I Bandarlampung wilayah kerja Pelabuhan Bakauheni pada Senin malam (15/5) berhasil mengamankan sebanyak 1.908 kilogram daging kerbau asal India (Alana) beku dengan jenis M. Kabeer dan Gold di pintu keluar Pelabuhan Bakauheni Lampung. 
Buyung Hadiyanto (tengah) penyidik Karantina Lampung Wilker Bakauheni.
Menurut Buyung Hadiyanto, selaku penyidik BKP Kelas I Bandarlampung wilayah kerja Pelabuhan Bakauheni, pengamanan dilakukan karena tidak ditemukan dokumen karantina sesuai yang dipersyaratkan dalam perlalulintasan komoditas pertanian termasuk daging antar pulau meski ada dokumen impor asal India dan sertifikat halal.

Dalam pemeriksaan oleh pihak karantina ditemukan, hanya surat jalan dengan keterangan jumlah barang berupa 30 kotak knuckle allana seberat 600 kilogram,15 kotak FQ BP allana seberat 300 kilogram dan sebanyak 63 kotak heart feysbross seberat 1.008, berikut sebuah surat keterangan halal dalam dokumen impor. Kepada petugas, sang pengemudi menurut Buyung Hadiyanto mengaku, membeli daging tersebut dari gudang impor di wilayah Cakung Cilincing Jakarta Utara untuk dibawa ke Bandarjaya sebagai bahan pembuatan bakso. Daging kerbau tersebut dibawa menggunakan kendaraan  L 300 bernomor polisi BA 8939 ZA terdiri dari daging, hati dan bahan lain dengan nilai total sebesar Rp106.548.000.

“Saat kita periksa dokumen tidak ditemukan sama sekali surat karantina serta saat dilalulintaskan tidak melaporkan ke pihak karantina pertanian Cilegon sebelum menyeberang ke Pulau Sumatera,” ungkap Buyung Hadiyanto, penyidik BKP Kelas I Lampung Wilayah Kerja Pelabuhan Bakauheni mendampingi penanggung jawab kantor BKP Lampung Wilker Bakauheni Drh. Azhar dalam keterangannya kepada Cendana News, Selasa pagi (16/5/2017).
Pemeriksaan kendaraan box pembawa komoditas pertanian.
Terkait pengamanan sebanyak 1,9 ton daging kerbau beku asal India tersebut, pengemudi bernama Tunggul pengangkut daging mengaku, hanya diminta membawa daging tersebut pertama kalinya oleh majikan pemilik usaha bakso di wilayah Bandarjaya Lampung Tengah dan tidak membawa dokumen karantina. Ia menyebut daging kerbau beku tersebut selama ini sulit diperoleh di wilayah Lampung sehingga dirinya harus mengambil di Jakarta sebagai bahan baku pembuatan bakso oleh sang majikan.

“Saya justru tidak tahu kalau membawa daging kerbau beku harus menggunakan surat karantina karena dokumen saya lengkap termasuk sertifikat halal dan dokumen impor,” terangnya.

Buyung Hadiyanto kembali menerangkan perlalulintasan daging beku India tersebut diamankan selain karena pengangkutan daging impor asal India itu tidak dilengkapi dengan dokumen yang sah juga melanggar undang-undang nomor 16 tahun 1992 tentang karantina hewan, ikan dan tumbuhan, di antaranya proses pengangkutan tanpa menggunakan kendaraan khusus berpendingin. Dikhawatirkan dalam proses pengiriman daging tersebut mengalami pembusukan dan bahkan mengandung bibit penyakit selama proses perjalanan sehingga perlu dilakukan uji laboratorium.
Tunggal (kanan) pengemudi pembawa daging alana India.
Pihak Balai Karantina juga diakuinya akan melakukan koordinasi dengan satuan tugas pengawasan bahan pangan Polres Lampung Selatan berkaitan dengan pengamanan daging kerbau beku asal India tersebut. Sebab menjelang bulan suci Ramadhan pemeriksaan dan pengawasan lalulintas bahan pangan dalam jalur distribusi diperketat untuk menghindari terjadinya kelangkaan barang dan juga penyelundupan bahan pangan tanpa dokumen dan tidak dilengkapi keterangan kesehatan dari instansi terkait yang bisa merugikan konsumen.

Buyung Hadiyanto menduga, masuknya daging kerbau beku asal India semakin marak ke wilayah Lampung terutama menjelang Ramadhan dengan adanya selisih harga dengan daging sapi di pasaran. Sebagai alternatif mahalnya harga daging sapi kebutuhan daging kerbau India, diakuinya sangat menggiurkan dengan harga daging sapi di pasaran berkisar Rp110.000/kg sementara harga daging kerbau dijual dengan harga Rp75.000/kg.

Ia menyebut, selain daging kerbau beku asal India, Karantina Lampung berkoordinasi dengan Kepolisian Sektor Pelabuhan Bakauheni juga berhasil mengamankan sebanyak 7 ton daging kerbau beku asal India di pintu keluar Pelabuhan Bakauheni yang dibawa dari Bekasi. Selain itu, sebanyak 2,3 ton daging babi hutan dari Sumatera diamankan KSKP Bakauheni di pintu masuk Pelabuhan Bakauheni.
Daging yang disita.
Selain menjadi tugas karantina dalam pengawasan perlalulintasan komoditas pertanian, saat ini karantina Lampung ungkap Buyung Hadiyanto, menjadi salah satu instansi yang dilibatkan dalam satgas pengawasan pangan berkoordinasi dengan Pemkab Lampung Selatan dan Polres Lampung Selatan. Pengawasan akan terus dilakukan di pintu masuk dan keluar Pulau Sumatera terhadap perlalulintasan komoditas pertanian jelang dan selama bulan suci Ramadhan melalui Pelabuhan Bakauheni.
Jurnalis: Henk Widi / Editor: Satmoko / Foto: Henk Widi
Bagikan:

Satmoko Budi Santoso

Berikan Komentar:

0 comments so far,add yours