RABU, 17 MEI 2017

LAMPUNG --- Lulusan pondok pesantren (Ponpes) Ushuluddin di Desa Belambangan, Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel), menjadi salah satu sumber daya manusia (SDM) yang ada di wilayah Lampung. 
Bupati Lampung Selatan, Zainudin Hasan (tengah) dan KH. Ahmad Rafiq Udin, Kepala Ponpes Ushuluddin.
Demikian diungkapkan oleh Kepala Pondok Pesantren Terpadu Ushuluddin, KH. Ahmad Rafiq Udin kepada ratusan lulusan santri pondok pesantren tersebut. Ia menyebut, siswa Ponpes Ushuluddin selama ini berasal dari seluruh wilayah Lampung di antaranya dari 14 kabupaten/kota di provinsi tersebut dan sebagian juga berasal dari wilayah Banten dan Jawa Barat.

Menurut KH. Ahmad Rafiq Udin, selama menempuh pendidikan di ponpes, para santri tidak hanya diajari tentang akhlak dan ilmu agama, melainkan berbagai pendidikan kemasyarakatan yang bisa dikembangkan jika para siswa nanti kembali ke masyarakat. Para siswa di antaranya juga diajari kegiatan bidang pertanian seperti bercocok tanam, budidaya ikan, berdagang atau wiraswasta dengan adanya saung pontren yang menjual berbagai kebutuhan masyarakat dan juga diajari kegiatan pembuatan kerajinan tangan.
Penampilan santri dengan musik rebana.
“Pesantren meski identik dengan pendidikan keagamaan dan karakter namun juga ada pendidikan sosial kemasyarakatan sehingga bisa berguna di masyarakat. Sejak dini juga dilatih berjiwa mandiri untuk bisa ikut membangun desa asal masing-masing,” terang KH. Ahmad Rafiq Udin pada pelepasan siswa-siswi Ponpes Ushuluddin di Kecamatan Penengahan, Rabu (17/5/2017).

Ia berharap, ratusan santriwan dan santriwati yang merupakan jenjang Madrasah Aliyah (MA) dengan asal dari berbagai wilayah Lampung bisa melanjutkan ke berbagai universitas di Lampung dan sebagian siswa berprestasi melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi di Kairo Mesir. Meski melanjutkan pendidikan tinggi, ia berharap para santri juga bisa ikut membangun daerahnya dan bisa kembali dengan skill dan kemampuan yang sudah diperoleh selama menempuh pendidikan di pesantren.
Usaha ponpes Ushuluddin dalam bidang warung.
Sementara itu, Bupati Lampung Selatan Zainudin Hasan yang hadir dalam kegiatan wisuda dan pelepasan siswa kelas XII Madrasah Aliyah mengungkapkan, ikut mengapresiasi seluruh siswa Ponpes Usuluddin yang diwisuda. Sebagai bentuk apresiasi ia mengungkapkan akan memberi kesempatan bagi lulusan Ushuluddin yang kembali ke Lampung Selatan sesuai dengan jurusan untuk mengabdi di Pemkab Lampung Selatan atau membangun Lampung Selatan dimulai dari desa desa tempat asal para santri.

Selain itu bagi lulusan Ponpes Ushuluddin Zainudin Hasan memberi semangat mengejar ilmu hingga ke tingkat pendidikan yang lebih tinggi dan lebih baik sehingga kelak dapat menempati posisi strategis baik di instansi pemerintah maupun perusahaan swasta. Selain itu ia memberi apresiasi dan ucapan terima kasih kepada orang tua murid yang memberikan dorongan anaknya untuk menempuh pendidikan di pesantren.
Bupati Lamsel (ketiga dari kanan) dan jajaran dinas pendidikan maupun pengurus ponpes.
“Kualitas sumber daya manusia dan akhlak merupakan hal penting bagi pembangunan di zaman sekarang yang krisis moral dan pesantren menjadi salah satu benteng mencegah kemerosotan moral,” ungkap Zainudin Hasan.

Ia berharap Lampung Selatan yang memiliki sumber daya alam bisa diolah dengan keberadaan sumber daya manusia yang berkualitas dan bisa mengembangkan wilayah Lampung Selatan. Pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera diakuinya harus diimbangi dengan kualitas sumber daya manusia yang baik, salah satunya lulusan dari pesantren.
Jurnalis: Henk Widi / Editor: Satmoko / Foto: Henk Widi
Bagikan:

Satmoko Budi Santoso

Berikan Komentar:

0 comments so far,add yours