KAMIS, 4 MEI 2017

PADANG --- Kehadiran dan tumbuhnya mall dan mini market di Sumatera Barat (Sumbar), turut membuat pelaku Usaha Mikro Kecil Menangah (UMKM) mendapat pasar yang bagus. Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sumbar, Zirma Yusri, mengatakan, selama ini kendala terbesar yang dihadapi oleh pelaku UMKM di Sumbar ialah soal permasaran. Namun, sejak banyaknya mall dan mini market yang tumbuh di Sumbar, produk UMKM di Sumbar mendapat tempat untuk memasarkannya.
Kadis Koperasi dan UMKM Sumatera Barat, Zirma Yusri
Zirma menyebut, jika melihat dari segi geliatnya UMKM di Sumbar ini sangat bagus. Karena kreasi produk yang dibuat oleh palaku UMKM terlihat terus tumbuh, buktinya hampir di setiap daerah memiliki produk UMKM yang bernilai bagus dan khusus untuk oleh-olehnya, dari segi rasa termasuk lezat dan sehat.

"Kini, seiring tumbuh dan hadirnya mall dan mini market di Sumbar, benar-benar membuat pelaku UMKM kita merasa berbahagia, karena telah mendapatkan tempat untuk memasarkan produknya. Jika sebelumnya soal pemasaran ini sangat dikeluhkan oleh pelaku UMKM kita," ujarnya, Kamis (4/5/2017).

Namun, Zirma menegaskan, tidak semua pelaku UMKM bisa menempatkan produk nya ke mall dan mini market yang ada di Sumbar. Perlu bagi pelaku UMKM untuk memenuhi beberapa syarat yang dinilai layak produknya dipasarkan di mall dan mini market tersebut. Syarat itu seperti harus memiliki izin dan label halal serta produknya memiliki kemasan yang bagus.

"Jika izin dan label halal tidak ada, ditambah kemasan asal-asalan saja, bagaimana konsuman mau membeli produk yang dihadirkan? Jangankan untuk mencicipi rasanya, melihat tampilannya tidak tertarik untuk membeli produknya. Jadi, yang kita utamakan itu bagi pelaku UMKM yang telah lama menjalankan usahanya, dan telah memiliki izin dan label halal serta adanya kemasan yang bagus," katanya.

Menurut Zirma, dengan adanya peluang pasar yang bagus bagi pelaku UMKM di Sumbar seperti saat ini, akan memacu semangat para pelaku UMKM di Sumbar lainnya untuk berbenah diri, sehingga bisa menjadi pelaku UMKM yang memiliki daya saing handal.

Zirma juga mengatakan, untuk saat ini sudah ada sekitar saratus lebih para pelaku UMKM di Sumbar yang telah mendapatkan tempat untuk memasarkan produknya di mall dan mini market. Sementara, untuk pelaku UMKM lainnya, masih merupakan UMKM yang baru dan masih perlu untuk dilakukan pembinaan dan pelatihan lebih banyak lagi.

"Pelatihan dan pembinaan sudah menjadi program kita di Dinas Koperasi dan UMKM. Karena, para pelaku UMKM kita di Sumbar ini tidak bisa dibiarkan dan dilepas begitu saja. Pelatihan yang diberikan terdiri dari pelatihan mengelola produk, kemasan, dan pemasarannya," ujarnya.

Sementara itu, pelaku UMKM di Padang, yang memiliki usaha dendeng sehat, Nur Hayati, mengatakan, usaha yang dijalaninya itu butuh waktu yang panjang untuk bisa menembus pasar yang lebih bagus seperti mall dan toko oleh-oleh. Hal tersebut, dikarenakan tidak memiliki pasar yang bagus. Namun, sejak adanya pelatihan dan pembinaan yang dilakukan Pemerintah melalui Dinas Koperasi dan UMKM, kini usahanya sudah bisa menembus pasar yang lebih bagus.

"Saat ini produk saya yang merupakan produk dendeng sehat telah bisa masuk ke mini market dan toko oleh-oleh yang ada di Sumbar. Terkait banyaknya tumbuh mall dan mini market tentu menjadi harapan saya dan tentunya bagi pelaku UMKM lainnya, agar bisa mendapatkan peluang untuk memasarkan produknya ke mall dan mini market," kata Nur.

Nur menilai, mall dan mini market merupakan sasaran pangsa pasar yang cukup bagus. Selain banyak pembeli, mall dan mini market memiliki tempat yang bagus dan nyaman, sehingga bisa menarik pembeli untuk datang dan juga para konsumen bisa membeli produk UMKM yang dilahirkan oleh pelaku UMKM yang ada di Sumbar.
Jurnalis: Muhammad Noli Hendra/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Muhammad Noli Hendra
Bagikan:

Berikan Komentar:

0 comments so far,add yours