Menatap Indahnya Teluk Maumere dari Bibir Pasir Putih Sea World

44

SABTU, 20 MEI 2017

MAUMERE —  Mentari pagi baru menyembul di ufuk timur, ratusan para laki-laki dan perempuan lanjut usia bergegas menuju Pantai Pasir Putih, Sea World Club Beach Resort and Dive Center di Desa Waiara kecamatan Kewapante Kabupaten Sikka.

Menikmati mentari terbenam di Pantai Sea World  Resort Waiara Maumere

Para lansia seakan takjub menyaksikan mentari yang baru menyembuk di ufuk timur dan menyaksikan pemandagan laut gugus pulau Teluk Maumere dengan airnya yang nampak tenang seraya rebah di atas butiran pasir putih.

Saat disambangi Cendana News,Sabtu 920/5/2017) pagi saat bersantai di pantai, Adriana Epi  salah seorang lansia asal Habi, Kecamatan Kangae mengaku sangat senang menyaksikan pemandangan dari pantai ini apalagi pasir putih di pantai sepanjang sekitar 300 meter ini sangat bersih dan bebas dari sampahh.

Selain itu kata Adriana, air lautnya juga jernih sehingga banyak terlihat wisatawan yang berenang di pesisir pantai saat pagi hari dan banyak juga yang menyelam agak ke tengah menggunakan kapal.

“Tempatnya sangat indah apalagi di pantai ini juga sejuk sebab banyak pohon kelapa dan ketapang yang ditanam pihak pengelola resort,” sebutnya.

Adriana juga terkesan dengan bangunan resortnya yang semuanya terbuat dari kayu dan berdinding anyaman bambu serta beratapkan ilalang yang mana mengingatkan oarang akan keaslian rumah-rumah masyarakat Sikka di zaman dahulu.

Sementara itu Pariama Hutasoit salah satu penyelam yang juga ditemui di tempat yang sama saat senja, menyebutkan pemandangan alam bawah laut di gugus pulau teluk Maumete sudah mulai bagus kembali semenjak dihantam gempa dan tsunami pada 1992 silam.

Karang-karangnya pun kata Patriama, sudah mulai tumbuh dan akibat gempa dan tsunami terdapat patahan-patahan dan muncul beberapa tebing yang indah dan dipenuhi ikan-ikan kecil yang merupakan spesies ikan karang yang berwarna-warni.

“Konservasi alam bawah laut harus dilakukan agar di dalam kawasan gugus pulau teluk Maumere tidak boleh ada aktivitas penangkapan ikan secarabesar-besaran dan merusak ekositem laut,” pintanya.

Patriama juga menambahkan, perairan di pesisir Teluk Maumere ini rata-rata terumbu karangnya banyak yang rusak. Akibatnya pengunjung menjadi  sulit menemukan ikan-ikan berukuran besar, sebab kemungkinan banyak dilakukan pengeboman oleh nelayan.

“Dari pantai ini juga kita bisa bersantai di atas kursi kayu atau berbaring di tempat tidur rotan sambil menikmati matahari terbenam yang sangat indah di ujung Pulau Palue,” pungkasnya.

Pemandangan saat pagi di pantai Sea World Waiara Resort Maumere.

Jurnalis: Ebed de Rosary/ Redaktur: Irvan Sjafari/Foto: Ebed de Rosary

Source: CendanaNews

Komentar