Muhammad Rasyid, 'Taklukan' Lima Gunung untuk Belajar dengan Alam

0
20

SELASA, 16 MEI 2017

PADANG — Berbagai hobi yang bisa dijalani untuk menikmati hidup, seperti fotografi, traveling, memasak, berolahraga, pendaki gunung dan banyak hobi lainnya. Nah, untuk hobi pendaki gunung ini, Cendana News berkesempatan bertemu dengan salah seorang alumni Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang, Muhammad Rasyid yang merupakan pendaki yang telah ‘menaklukan’ lima gunung yang ada di Provinsi Sumatera Barat dan Provinsi Jambi.

Muhammad Rasyid saat berada di Puncak Gunung Kerinci dengan ketinggian 3805 MDPL

Perjalanan dan perjuangan yang sangat luar biasa dilakukan oleh Rasyid. Baginya, mendaki pegunungan bukan lah sekedar olahraga ataupun merasakan lelah. Tapi banyak mengajarkan diri untuk menjadi orang yang mengalahkan ego dan memjalin kerjasama yang baik sesama pendaki gunung.

Tahun 2010 merupakan awal Rasyid mencoba untuk menaklukan pegunungan yang memang sudah sering dijadikan tempat para pencinta alam. Dikatakannya, motivasi awal untuk mendaki itu ialah untuk menikmati keindahan alam Sumatera Barat. Namun, seiring waktu berlalu, ternyata banyak pelajaran yang ia dapatkan semenjak menjalani hobi mendaki pegunungan itu.

“Sampai hari ini ada lima pegunungan yang telah saya taklukan, yakni Gunung Kerinci di Jambi, dan empat gunung di Sumatera Barat seperti Gunung Marapi, Singgalang, Talang, dan Gunung Tandikek,” ujarnya, Selasa (16/5/2017).

Rasyid menceritakan, dari pengalamannya mendaki pegunungan itu, ada hal yang ia pahami dari perjalanan hidupnya menjadi seorang pendaki gunung. Karena baginya bukan hanya sekedar mendaki saja, akan tetapi selama berada di alam pegunungan, seorang pendaki itu harus membaur dengan alam, dan bukan mengasingkan diri dari alam.

Menurutnya, alam tidak hanya indah untuk dipandangi, tapi alam memiliki banyak manfaat, seperti halnya yang dirasakan selama berhari-hari berada di alam untuk mencapai puncak pegunungan. Berada pada rerimbunan pohon, segarnya udara dan dinginnya angin, alam bagi pendaki gunung memang memberikan banyak memanfaat. Dengan keadaan alam yang demikian, maka rasa lelah akan hilang dan semangat untuk mencapai puncak akan terus dipompa oleh alam yang ada disekelilingnya.

“Mendaki gunung bukan soal adu kekuatan, dan adu kecepatan siapa yang lebih dulu sampai, tapi bagaimana berjuang bersama sama untuk mencapai puncak dan memandang menikmati indahnya alam ini. Selama ini, dalam mendaki saya hanya solo fighter dan tidak berada pada suatu komunitas. Hanya saja, karena sering bertemu dengan pendaki lainnya, maka saya bergabung bersama-sama pendaki lainnya untuk mencapi puncak,” jelasnya.

Muhammad Rasyid menikmati keindahalan alam dari ketinggian

Pada saat menceritakan perjalanan dan perjuangannnya untuk menaklukan lima pegunungan dari Sumatera Barat dan Jambi itu, Rasyid selalu menyatakan bahwa sungguh indah bumi yang diciptakan oleh Allah dan sangat disayangkan jika ada yang merusakan alam seindah alam di Indonesia ini. Hal itu sering berkata di dalam hatinya, ketika berada di puncak pegunungan yang ditaklukannya, sembari menikmati indahnya alam ini ketika dipandai dari ketinggian.

“Saya benar-benar tidak pernah bosan untuk berada di puncak pegunungan seperti halnya di ketinggian 3805 MDPL. Karena pemandangan di atas ketinggian itu sungguh-sungguh indah,” tutupnya.

Jurnalis: Muhammad Noli Hendra / Redaktur : ME. Bijo Dirajo / Foto: Istimewa

Source: CendanaNews

Komentar