Nelayan Kecil Makassar Terancam Hilang

60

SENIN, 15 MEI 2017

MAKASSAR — Beberapa daerah pesisir di Kota Makassar sudah terkena reklamasi. Contohnya saja, kawasan Tanjung Bunga Makassar. Hotel dan pusat perbelanjaan pun dibangun di atas proyek reklamasi tersebut. Sedangkan di kawasan lainnya yang terkena reklamasi adalah Pantai Marbo yang terletak di Kelurahan Tallo Lama, Kecamatan Tallo. Sebagian dari daerah ini sudah mengalami pengerukan dan penimbunan. Di kawasan ini nantinya bahkan akan dibangun pelabuhan.

Andi.

Reklamasi di daerah pesisir Marbo ini sangat meresahkan warga pesisir. Banyak warga yang menilai dengan adanya reklamasi ini hasil tangkapannya menjadi berkurang. Salah satunya, Andi (45), yang merupakan nelayan penangkap kepiting. Dirinya merasa seperti hidup di ibu kota.

“Sekarang susah sekali kalau mau tangkap kepiting semenjak adanya reklamasi. Kita mesti jauh keluar dengan perahu katinting yang berukuran kecil. Padahal itu sangat bahaya kalau pas ombak besar datang,” ungkap Andi.

Sejak wilayah Marbo terkena reklamasi, hal yang paling dirasakan oleh masyarakat pesisir Marbo adalah hasil tangkapan mereka memang menurun dan berakibat pula pada pengahasilan yang didapat. Padahal di daerah ini ada ratusan jumlah kepala keluarga yang menjadi nelayan.

Andi juga menambahkan, semejak adanya reklamasi pantai, penghasilannya mulai berkurang. Karena sulit mendapat tangkapan kepiting padahal dirinya harus menghidupi istri dan anaknya yang saat ini sedang duduk di kelas 2 SMP.

“Terkadang kami harus makan seadanya saja untuk bertahan hidup. Kehidupan kami seolah memburuk karena dampak reklamasi ini,” imbuhnya.

Hal yang sama diungkapkan oleh H. Sampara Sarif, Ketua Komisi D DPRD Kota Makassar. Reklamasi dinilai berdampak pada mematikannya mata pencaharian nelayan kecil seperti Andi tersebut.

Menurut Sampara, reklamasi akan mengganggu habitat ikan-ikan kecil, cumi-cumi, dan juga kepiting. Jika itu terjadi, maka nelayan-nelayan kecil pasti akan kesulitan.

“Hal ini mengakibatkan profesi menjadi nelayan akan beralih menjadi hanya sekadar penjual ikan saja,” ungkap Sampara di ruang kerjanya pada Cendana News.

Tidak hanya kesulitan dalam menangkap ikan saja. Tapi dalam memasarkan ikan juga akan sulit. Karena, perjalanan nelayan akan terhambat menuju tempat pelelangan ikan.

Selain itu dampak yang paling bahaya akibat reklamasi adalah menghilangkan pulau kecil yang ada di sekitar Pulau Makassar. Seperti halnya Pulau Lae-lae yang dikarenakan abrasi.

H. Sampara Sarif.

“Kebetulan rumah saya berada di Lae-lae, di belakang rumah saya sebagian tanahnya sudah hilang karena abrasi,” jelasnya.

Reklamasi bisa saja dilakukan untuk hal yang terkait pembangunan. Namun, yang perlu diperhatikan oleh pemerintah adalah persoalan amdal dari reklamasi tersebut dan apa dampaknya.

Jurnalis: Nurul Rahmatun Ummah / Editor: Satmoko / Foto: Nurul Rahmatun Ummah

Source: CendanaNews

Komentar