SABTU, 20 MEI 2017

JAYAPURA --- Guna menyikapi fenomena bangsa kekinian meluluhlantahkan semangat nasionalisme dan mencerai-beraikan anak bangsa oleh kelompok tertentu, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Jayapura menggelar Diskusi Panel yang dihadiri seluruh perwakilan mahasiswa se-Kota Jayapura, Sabtu (20/5/2017). 

Suasana diskusi.
Dr. Muhamad Yamin Noch selaku pemateri dari Akademisi yang juga Wakil Rektor 1 Universitas Yapis Papua (UNIYAP). menyatakan hak warga Negara Indonesia telah diperjelas dalam pembukaan Undang-Undang Dasar (UUD) tahun 1945 pada alinea ke empat.

“Melalui kurikulum yang tetap memperhatikan porsi P4 dalam segala jenjang pendidikan,” kata Dr. Muhamad Yamin Noch.

Menurutnya, dari kurikulum itulah terdapat rekomendasi pertama Negara mutlak hadir sebagai wujud kepedulian. Dalam hal ini  Pemerintah merespon situasi konflik lokal maupun nasional untuk menjamin kehidupan bernegara.

“Paham radikal lahir sebagai akibat tak terakomodirnya aspirasi, tebang pilih, serta gagal paham atas peran negara melalui alat kekuasaan,” ujar Yamin.

Poin ketiga, dikatakan Yamin adalah stigma mayoritas yang menindas minoritas, justru membangun intoleransi dan perpecahan antar anak bangsa melalui SARA.

“Terakhir isu kebencian terhadap SARA menjadi Jargon utama ketimbang hal yang paling azasi dan esensi sehingga diperlukan peran Negara menciptakan kedamaian dan kenyamanan untuk hidup dan berkarya,” ucapnya.

Sementara Ketua Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Provinsi Papua Achmad Idrus yang sebelumnya telah membuka langsung acara Diskusi Panel tersebut, menegaskan pada self-management  tetap memegang teguh bahwa Islam sebagai Ideologi. “Dan juga paham Rahmatan Lil Alamin,” kata Achmad Idrus.

Dalam diskusi panel dalam rangka Hari Kebangkitan Nasional ini, hadir pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Jayapura dan organisasi Intra Kampus lainnya yang ada di Kota Jayapura.

Wakil Rektor UNIYAP Papua, Dr M Yamin Noch, SE.,M.SA.

Jurnalis: Indrayadi T Hatta/Redaktur: Irvan Sjafari/Foto: Indrayadi T Hatta
Bagikan:

Irvan Sjafari

Berikan Komentar:

0 comments so far,add yours