SENIN, 15 MEI 2017

BALIKPAPAN --- Untuk menjangkau daerah terpencil dalam kepesertaan, BPJS Kesehatan melakukan pendekatan Pemerintah Daerah untuk bekerjasama, agar warganya diikutsertakan dalam keanggotaan. Hal itu dalam upaya universal coverage BPJS Kesehatan pada 2019, mendatang, sehingga sosialisasi terus diintensifkan.
Kepala Departemen Pemasaran Kepesertaan Unit Pengendalian Mutu Pengaduan Peserta BPJS Kesehatan Divre VIII, Agus Ramlan Hidayat
Menurut Kepala Departemen Pemasaran Kepesertaan Unit Pengendalian Mutu Pengaduan Peserta BPJS Kesehatan Divre VIII, Agus Ramlan Hidayat, banyak warga di daerah terpencil belum masuk sebagai peserta karena belum terpapar informasi secara utuh. "Kadang-kadang kalau ditanya, nantilah kalau sakit. Jadi, merasa mendaftar peserta JKN itu belum diperlukan. Lainnya juga karena kanal-kanal BPJS yang belum terjangkau, bahkan lebih mahal mengakses daripada bayar iurannya," ucapnya, usai konferensi pers kanal pendaftaran melalui care center 1500400, di kantor cabang BPJS Kesehatan Balikpapan, Senin (15/5/2017).

Upaya yang dilakukan untuk menjangkau daerah terpencil, lanjutnya, terus melakukan sosialisasi ke warga dan pemerintah daerah melalui kerjasama.  Yakni seperti daerah terpencil di mana Pemerintah Daerah melakukan pendaftaran dengan membayarkan iuran bagi warganya yang jauh dari perkotaan. Untuk Kalimantan Timur yang sudah jalan Kabupaten Mahakam Hulu yang saat ini sudah terdaftar hampir 100 persen. "Biasanya, daerah terpencil itu punya kemampuan bayar tapi kesulitan jaringan. Pemerintah Daerah harus aktif," ucapnya didampingi Kacab BPJS Kesehatan, Muhammad Fakhriza.

Selain daerah Mahakam Hulu, Kabupaten Pulau Pisang Provinsi Kalteng juga ada empat desa yang warganya telah didaftarkan oleh Pemerintah Kabupaten. "Kita sudah ke sana, dan sudah mendatanya," sebutnya.

Agus mengatakan, keanggotaan BPJS Kesehatan yang dicover Pemerintah Pusat sebanyak 92,4 juta jiwa. Dan, Pemerintah Daerah utamanya daerah terpencil melakukan pendaftaran sekaligus mendaftarkan. Disebutkan, untuk daerah Kaltim kepesertaan sudah terjangkau termasuk daerah terpencil.

Sementara itu, untuk prosentase kepesertaan BPJS Kesehatan di Kalimantan, tidak termasuk Kalimantan Barat, telah mencapai 56 persen, sedangkan terendah ada di Kalteng, yakni 40 persen, Kaltara 70 persen dan Kaltim 65 persen. "Memang Kaltara lebih tinggi dari Kaltim, karena Kabupaten Tana Tidung dan Malinau semuanya sudah didaftarkan Pemerintah Daerah," tutupnya.
Jurnalis: Ferry Cahyanti/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Ferry Cahyanti
Bagikan:

Berikan Komentar:

0 comments so far,add yours