SENIN, 15 MEI 2017

SEMARANG --- Jelang Bulan Ramadhan, distributor sembako mulai menaikkan harga. Tak khayal, pedagang pun mulai mengeluh, karena kenaikannya diurasa begitu cepat. Menurut Pedagang Sembako di Pasar Sampangan, Sudaryanti, harga telur naik per harinya.
Sudaryanti
Sudaryanti mengatakan, pada pagi hari harga telur Rp18.500 per kilogram, tetapi sore harinya Rp21.000 per kilogram. Baginya, kenaikan Rp2.500 per kilogram per hari jelas memberatkan konsumen. Selain telur, beras juga mengalami kenaikan Rp. 200 per kilogram dan gula pasir Rp5.000 pers sak. “Untuk gula pasir walau harganya naik di tingkat distributor, tetapi harga jual tidak saya naikkan karena permintaan konsumen banyak, untung saya cuma sedikit,” ujarnya, saat ditemui, Senin (15/5/2017).

Selain itu, harga minyak goreng juga sempat mengalami kenaikan walupun setelah itu mengalami penurunan. Tetapi, selisih turunnya harga minyak goreng tidak seberapa dibanding kenaikan harga sebelumnya. Diakuinya, momen Ramadhan, distributor sembako selalu menaikkan harga dagangannya ke penjual. Karena tak ingin merugi, pedagang pun ikut menaikkan harga.

Sementara itu, pedagang sembako Pasar Johar, Parmi, menambahkan selain sembako, harga sayuran dan bumbu dapur juga terkena imbasnya. Harga kentang yang semula Rp10.000 per kilogram, naik menjadi Rp14.000 per kilogram, sementara bawang putih dari Rp40.000 per kilogram naik menjadi Rp60.000 per koilogram.

Sebagai pedagang, Parmi mengaku sudah terbiasa menghadapi situasi seperti ini, walaupun dirinya berharap pemerintah segera melaksanakan operasi pasar. Karena, sebagai pedagang dia hanya bisa menuruti apa keinginan distributor. Bagi Parmi, yang menangguk untung besar dari kenaikan harga sembako menjelang Ramadhan adalah distributor. “Biasanya memang ada pedagang yang menanyakan harga sembako, kok terus naik, tetapi karena memang sudah jadi kebutuhan, mereka ya membeli,” bebernya.

Karena itu, dirinya berharap pemerintah segera melaksanakan operasi pasar agar bisa menekan harga kembali, terlebih menjelang H-3 sampai H-4 bulan Ramadhan, karena pada saat itulah harga sembako akan semakin tak terkendali.
Jurnalis: Khusnul Imanuddin/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Khusnul Imanuddin
Bagikan:

Berikan Komentar:

0 comments so far,add yours