Pedagang Emas Kebanjiran Aksi Beli di Banjarmasin

0
23

JUMAT, 5 MEI 2017

BANJARMASIN — Para pedagang emas di Kota Banjarmasin mulai menebus aksi jual perhiasan emas menjelang momen Ramadan. Berdasarkan pantauan di salah satu pusat penjualan emas terbesar di Pasar Sentral Antasari, Kota Banjarmasin, aksi jual menurut pengakuan beberapa pedagang emas tembus hingga 70 persen.

Pengusaha toko emas, H. Gurdan.

“Dari 100 persen yang bertransaksi jual dan beli di toko kami, 70 persen saat ini adalah mereka yang menjual, hanya 30 persen saja yang membeli,” kata salah seorang juragan toko emas, H. Gurdan, kepada Cendana News, Jumat (5/5/2017).

Menurut Gurdan, kenaikan aksi jual itu tergolong wajar karena masyarakat sedang membutuhkan cukup banyak dana segar. Kebutuhan dana ini biasanya untuk persiapan anak masuk sekolah dan keperluan tambahan modal berjualan berbagai macam camilan saat Ramadhan.

“Paling banyak memang mereka yang ingin jualan saat Ramadhan. Nanti setelah mau Lebaran mereka akan beli lagi biasanya emas mereka dengan nilai yang lebih besar karena sudah mendapatkan keuntungan usaha saat berdagang,” demikian Gurdan berujar.

Sementara itu, pedagang emas lainnya di Pasar Sentral Antasari, An Noor menambahkan, harga emas sedang mengalami penurunan dalam seminggu terakhir. Penurunan harga untuk seluruh jenis emas yang dijual, baik emas jenis batangan berkadar 99 persen, 70 persen dan 42 persen.

“Emas batangan kami jual kini Rp523.000/gram, padahal sebelumnya dibanderol Rp530.000/gram. Lalu emas 99 persen dari sebelumnya Rp540.000/gram, kini hanya dijual Rp525.000/gram,” tutur An Noor.

Sedangkan jenis emas 70 persen dari harga sebelumnya Rp390.000/gram, kini hanya Rp385.000/gram. Terakhir jenis emas 42 persen kini hanya Rp230.000/gram, padahal sebelumnya tembus Rp235.000/gram.

“Walau mengalami penurunan harga, harga yang ada sekarang masih terbilang cukup tinggi, karena masih dibandrol Rp500.000/gram ke atas,” imbuhnya.

Salah satu masyarakat yang menjual emas di Pasar Sentral Antasari Banjarmasin, Noor Hilalyah Atasaji mengaku, terpaksa menjual emas perhiasannya demi menambah modal usaha berjualan aneka kue basah jelang Ramadhan.

Ketimbang meminjam dari perbankan dengan persyaratan yang cukup panjang, ia lebih memilih menjual emas perhiasan saja agar bisa mendapatkan uang cash untuk membeli berbagai kebutuhan pokok sebagai bahan membuat kue basah.

Aktivitas toko emas di Pasar Sentra Antasari.

“Nanti pas untung berjualan, uangnya seminggu sebelum Lebaran saya belikan lagi emas perhiasan. Jadi, nanti bisa dipakai saat Lebaran di kampung halaman,” kata Noor Hilalyah.

Jurnalis: Diananta P. Sumedi / Editor: Satmoko / Foto: Diananta P. Sumedi

Source: CendanaNews

Komentar