Pelabuhan Perikanan Nusantara di Untia, tak Kunjung Beroperasi

42

RABU, 5 MEI 2017

MAKASSAR — Meski telah diresmikan oleh Presiden Joko Widodo bersama Menteri Perikanan dan Kelautan, Susi Pudjiastuti, pada November, lalu, hingga kini belum ada aktivitas berarti di Pelabuhan Perikanan Nusantara, yang berada  di Kelurahan Untia, Kecamatan Biringkanaya.

Pelabuhan Perikanan Nusantara di Untia

Banyak warga pesisir Untia belum tahu mengapa Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Untia ini belum beroprasi. Padahal, masyarakat sudah meinginkan pelabuhan ini segera difungsikan secepatnya, sehingga masyarakat pesisir Untia tidak perlu lagi jauh-jauh untuk menjual hasil tangkapannya.

Menurut Kepala Lurah Untia, Andi Patiroy, warga Untia sangat berharap agar pelabuhan ini segera difungsikan. “Sejauh ini para warga pesisir Untia masih harus membawa jauh  hasil tangkapan lautnya ke Paotere, padahal kami berharap Pelabuhan ikan di Untia ini bisa segera beroprasi,” katanya, saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (3/5/2017).

Patiroy mengaku, belum mengetahui penyebab belum beroperasinya Pelabuhan Perikanan Nusantara Untia, tersebut. Hal yang sama juga diungkapkan oleh Baco, salah satu warga masyarakat pesisir Untia. Baco berharap agar pelabuhan ini segera beroperasi. “Masyarakat lebih suka jika Pelabuhan Ikan ini ada di Untia, daripada harus jauh-jauh ke Paotere. Itu dapat terjadi, jika orang yang ada di Pelabuhan Paotere mau direlokasi ke Untia,” ungkap Baco.

Rencananya, Pelabuhan Paotere akan direlokasikan ke Untia. Pasalnya, lahan Paotere akan diambil-alih oleh PT. Pelindo. Salah satu petugas pengelola Paotere yanng tak mau namanya disebut, mengatakan, para nelayan yang ada di Paotere bukannya tidak mau dipindah ke Untia, melainkan karena fasilitas Pelabuhan Perikanan Nusantara Untia, belum memadai.

Padahal, jika dilihat Paotere ini terkenal dan sudah menjadi Ikon dari Sulawesi Selatan. Jika direlokasi ke Untia, pasti akan membutuhkan proses dan tidak mudah memindahkan para nelayan yang ada di Paotere ke Untia. Menurutnya, semestinya Pemerintah lebih peka terhadap permasalahan ini. “Semestinya, Pemerintah bisa lebih peka dan bisa meninjau kembali jika seandainya relokasi itu terjadi, bila perlu menghadirkan para sejarahwan,” tambahnya.

Kepala Lurah Untia, Andi Patiroy

Selain terkendala fasilitas yang belum lengkap di Pelabuhan Perikananan Nusantara Untia, akses jalan menuju Pelabuhan Perikanan tersebut juga rusak, sehingga untuk sementara ini Untia belum juga beroperasi. Sementara itu, ketika Cendana News meminta konfirmasi tentang Pelabuhan Untia, pihak pengelola tidak mau berkomentar. Bahkan, salah seorang petugas security, mengusir jurnalis ketika hendak mengambil gambar dari dekat.

Jurnalis: Nurul Rahmatun Ummah/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Nurul Rahmatun Ummah

Source: CendanaNews

Komentar