RABU, 17 MEI 2017

JAKARTA --- Direktur Tindak Pidana Umum (Dir Tipidum) Bareskrim POLRI, Brigjen. Pol. Herry Rudolf, mengakui jika Kepolisian selama ini kesulitan menuntaskan kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), dikarenakan pelaku sindikasi TPPO tersebut bekerjasama dengan pihak Travel Umrah.
Dir Tipidum, Brigjen Pol, Hery Rudolf
Menurut Hery, TPPO ini memang mengisyaratkan adanya korban, sehingga kalau seandainya korban tidak melapor atau tidak terjadi masalah di sana (Luar Negeri) seperti gaji tidak dibayar, atau dieksploitasi, bahkan bisa meninggal dunia, maka kesulitan bagi Kepolisian untuk menulusuri oknum yang membawa TKI tersebut.

"Jadi, meski masuknya secara illegal, namun di sana mereka bekerja, dan itu biasanya mereka diam, itulah kesulitan bagi kami untuk menelusuri," ujar Hery, di Gedung Bareskrim, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat, Rabu, (17/5/2017).

Untuk itu, Kepolisian mengharapkan kepada masyarakat agar, jika melihat hal-hal mencurigakan dalam kegiatan pengiriman tenaga kerja secara non-prosedural, dipersilahkan untuk lapor. Karena para TKI yang lolos berangkat ke sana, langsung disediakan pekerjaan biasanya, tidak ada laporan dari TKI itu sendiri.

Sehingga, kata Hery, dengan bekerjasama dengan pihak imigrasi dan BNP2TKI, dipastikan seragam selangkah, agar hal seperti itu tidak terjadi lagi ke depannya. "Mari berikan perlindungan bagi WNI, khususnya perempuan kita di sana, semoga apa yang dilakukan POLRI dengan instansi lain bisa terealisasi dengan baik. Itu komitmen yang kita lakukan untuk menegakkan hukum," tuturnya.
Jurnalis: Adista Pattisahusiwa/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Adista Pattisahusiwa
Bagikan:

Berikan Komentar:

0 comments so far,add yours