RABU, 10 MEI 2017

PADANG --- Meri Maharani, seorang ibu rumah tangga yang  tinggal di Kandis Teleng, Kelurahan Air Pacah, Kecamatan Koto Tangah, Padang, Sumatera Barat, tidak hanya sibuk dengan urusan anak-anak dan rumahnya, akan tetapi juga memiliki usaha yang dijalaninya tanpa perlu meninggalkan rumah.

Meri saat memberikan makan ikan lele yang ada di dalam kolam
Memiliki lahan yang cukup luas diperkarangan rumah, membuat Meri bersama sang suami Eka Prasetia mencoba untuk melakukan usaha budidaya ikan lele. Berawal dari tahun 2010 lalu, merupakan langkah baru bagi Meri dan Eka mencoba mengisi rezeki untuk memperbaiki ekonomi keluarganya.

Namun, sebelum memilih untuk menjalankan usaha budidaya lele itu, Meri telah mencoba menjalankan usaha ternak ayam potong, akan tetapi usaha ternak ayamnya tidak berjalan dengan baik.

"Saat ini ada sekira 14 ribu ekor lebih ikan lele yang ada dalam kolam yang berbentuk sumur itu. Ada dua kolam yang bisa dipanen, yang masing-masingnya terdapat 2.000 ekor lele. Untuk penennya sendiri dilakukan selama 15 hari, dengan harga Rp15.000 per kilogramnya. Ya, palingan setiap kali panen itu ada sekira 200 kg ikan lelenya yang dijemput langsung oleh agen," jelasnya, Rabu (10/5/2017).

Ia menyebutkan, butuh kerja keras, karena kolam yang disediakan tidak hanya untuk lele yang siap panen, tetapi juga menyediakan bibit lele melalui perkembiangkan induk lele yang terjadi dari beralasan ekor.

"Pakan (makanan) ikan nya sendiri dibuat langsung oleh suami saya, karena dia memiliki pengalaman. Tentunya dengan adanya pakan sendiri, turut mengurangi pengeluaran untuk budidaya lele ini," kata Meri.

Suasana tempat budidaya lele milik Meri yang ada di perkarangan rumahnya
Lahan yang tersedia di perkarangan rumahnya itu, terbilang cukup luas. Buktinya untuk kolam atau sumur yang dibuat dari rotan dan terpal berbentuk lingkaran itu ada sebanyak tujuh unit, yang disediakan untuk lele yang siap panen. Sementara kolam yang segi empat berukuran kecil, merupakan pembibitan lele yang merupakan hasil perkawinan induk yang masih ada di tempat budidaya milik nya.

Semetara itu Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sumbar, Yosmeri mengatakan, untuk budidaya ikan yang ada di Sumbar cukup banyak. Karena hampir rata-rata pembudidaya itu mendapat pelatihan dan pembinaan dari Dinas Kelautan dan Perikanan.

 Menurutnya, pelatihan dan pembinaan yang diberikan pemerintah, bentuk upaya pemerintah untuk mengentaskan kemiskinan dan tentunya mewujudkan perekonomian masyarakat yang lebih baik.

"Dari yang saya pantau, budidaya ikan di Sumbar ini sangat bagus perkembangannya. Namun, memang yang paling banyak itu budidaya ikan lele dan nila, sementara untuk budidaya ikan kerapuh hanya sebagian kecilnya saja," katanya.

Tidak hanya itu, khusus untuk budidaya udang vaname baru ada di Padang Pariaman dan Kota Padang. Budidaya udang vaname itu merupakan budidaya udang jenis baru dan pertama kali dilakukan di Sumbar. Hasilnya, ucap Yosmeri, sungguh mengejutkan, karena setiap kali panen dapat memperoleh penghasilannya sebanyak Rp400 juta.
Jurnalis: Muhammad Noli Hendra / Redaktur : ME. Bijo Dirajo / Foto: Muhammad Noli Hendra
Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar:

0 comments so far,add yours