RABU, 17 MEI 2017
JAKARTA --- Pemerintah Republik Indonesia terus menciptakan pusat-pusat pertumbuhan baru di seluruh wilayah Indonesia. Ini terwujud antara lain melalui pembentukan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), terutama di luar Jawa, untuk mengoptimalkan potensi ekonomi yang ada di wilayah-wilayah tersebut.
Menko Perekonomian Darmin Nasution (kanan) saat menyaksikan penandatanganan MoU.
Sampai saat ini pemerintah telah menetapkan 11 KEK yang tersebar di seluruh Indonesia. Sebelas kawasan tersebut adalah KEK Maloy Batuta Trans Kalimantan, KEK Sorong, KEK Morotai, KEK Bitung, KEK Palu, KEK Mandalika, KEK Tanjung Lesung, KEK Tanjung Kelayang, KEK Tanjung Api-api, KEK Sei Mangkei, dan KEK Arun Lhokseumawe.

"Pembangunan infrastruktur merupakan salah satu kegiatan ekonomi yang akan mendorong kegiatan investasi agar lebih menyebar ke seluruh Nusantara," jelas Darmin Nasution, Menteri Koordinator  Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) dalam acara Penandatanganan Nota Kesepahaman dan Serah Operasionalisasi Aset Pemerintah, Rabu (17/5/2017) di Jakarta.

Setidaknya, ada beberapa faktor khusus di daerah yang menarik bagi investor, misalnya keadaan alam. Ini ada di KEK Mandalika yang cocok untuk kegiatan pariwisata. Ada pula kawasan yang cocok untuk pengembangan hilirisasi hasil perkebunan seperti di KEK Sei Mangkei.

Pengembangan KEK hari ini ditandai dengan acara penandatanganan Nota Kesepahaman antara Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus dengan Kamar Dagang dan Industri (KADIN). Penandatanganan Nota Kesepahaman ini bertujuan untuk menjalin hubungan kerjasama dan kemitraan yang erat untuk mempercepat pembangunan dan pengembangan KEK, serta meningkatkan investasi anggota KADIN di kawasan tersebut.

Kemudian acara dilanjutkan dengan Serah Terima Operasional Aset Pemerintah di KEK Sei Mangkei dari Kementerian Perindustrian kepada PTPN III (Persero). Dengan serah terima pengelolaan aset tersebut pelayanan terhadap para investor yang ada dan calon investor di KEK Sei Mangkei diharapkan bisa meningkat untuk mendorong daya saing KEK Sei Mangkei.

Selanjutnya, dilaksanakan penandatanganan MoU antara Badan Usaha Pengelola KEK dan para investor dengan perkiraan investasi lebih dari Rp6 triliun. Ini meliputi penandatanganan MoU antara Direktur Utama PT PN III Persero dengan Direktur Utama PT Alternatif Protein Indonesia (API) dengan total investasi sekitar USD 500 juta. Serta penandatanganan MoU antara Direktur Utama PT ITDC selaku pengelola KEK Mandalika dengan 5 investor.

Lima investor tersebut masing-masing adalah PT Metro Lestari Utama untuk Pembangunan Hotel Bintang 5  dengan  investasi Rp250 miliar, Sky Wealth Perusahaan Malaysia untuk pembangunan Hotel Bintang 5 dengan investasi Rp450 miliar, PT Bangun Megatama Wisata Mahadewi untuk pembangunan hotel, PT Alam Hijau Permai penyertaan modal pada Hotel Pullman dan Jeju Olle Foundation investor Korea untuk Pembangunan Olle Walking Trail.

“Kita berharap betul, tiap kawasan khusus memiliki badan pengelola yang punya kapasitas untuk mengundang investor. Jangan sampai karena badan pengelolanya tidak begitu aktif, kawasan khusus itu tidak dikenal oleh investor," demikian pungkas Menko Perekonomian Darmin Nasution di Gedung Menko Perekonomian, Lapangan Banteng, Jakarta Pusat.
Jurnalis: Eko Sulestyono / Editor: Satmoko / Foto: Eko Sulestyono




Bagikan:

Satmoko Budi Santoso

Berikan Komentar:

0 comments so far,add yours