JUMAT, 12 MEI 2017
BALIKPAPAN --- Perhimpunan Rumah Sakit Indonesia (Persi) wilayah Kalimantan Timur menyatakan, pemulangan pasien yang dilakukan pihak rumah sakit berdasarkan diagnosis dokter yang melihat bahwa kondisi pasien dari sisi kesehatan sudah diperbolehkan pulang.
Konpers BPJS menghadirkam Perhimpunan Rumah Sakit Indonesia Wilayah Kaltim.
Hal itu diungkapkan Ketua Persi Kaltim, dr. Eddy, dalam menanggapi isu banyaknya pemulangan pasien BPJS sebelum waktunya, pada kegiatan temu media yang menghadirkan Persi Kaltim, Jumat (12/5/2017).

Ia menjelaskan dengan sistem jaminan kesehatan nasional pola Inaciges BPJS menerapkan sistem paket.

"Dalam hal ini kayak operasi usus buntu bayar Rp3 juta, dibayar paket tidak menghitung unit cost. Mau dirawat sekian hari sama saja. Maka merubah mind set dokter maupun manajemen," ungkapnya, Jumat (12/5/2017).

Menurut Eddy, kondisi tersebut menjadi dilema mengingat dokter dilibatkan manajemen untuk menghitung cost. Dengan konsep baru dokter, dokter akan segera memulangkan pasien jika memang secara diagnosis tidak ditemukan masalah. Namun ada persepsi yang berbeda di masyarakat.

"Kalau dokter bilang pulang, berarti saya percaya karena sudah sumpah jabatan dia. Saya tidak akan intervensi karena dokter punya kewenangan klinis, manajemen tidak bisa intervensi. Kalau ada apa-apa, tuntutan pidana terlibat," bebernya.

Eddy mengaku, ada kendali biaya yang diterapkan pihak BPJS kesehatan. Hal ini pun terjadi di luar negeri. "Contohnya di Australia dengan pola jaminan sosial kesehatan negaranya, pasien di rumah sakit yang baru saja operasi caesar, setelah operasi langsung pulang ke rumah. Selanjutnya, kontrol di home care yang ada," ujarnya.

Menanggapi isu pemulangan pasien, Kepala BPJS Kesehatan Balikpapan, Akhmad Fahreza, mengungkapkan, persoalan ini lebih pada persepsi. Sehingga dokter dan manajemen rumah sakit harus menjelaskan hal ini kepada pegawai atau bawahannya untuk dijelaskan ke pasien atau keluarga pasien.

"Menjelaskan dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami," tambahnya.
Jurnalis: Ferry Cahyanti / Editor: Satmoko / Foto: Ferry Cahyanti
Bagikan:

Satmoko Budi Santoso

Berikan Komentar:

0 comments so far,add yours