JUMAT, 19 MEI 2017

MAUMERE --- Dalam memperkuat solidaritas dan manajemen kelompok tani dampingan, Wahana Tani Mandiri (WTM) melakukan pelatihan manajemen kelompok di desa-desa, dengan melibatkan struktur kepemimpinan kelompok tani, yakni ketua, wakil ketua, sekretaris dan bendahara, serta para kader tani yang ada di desa. 
Alexander Saragih, Koordinator Pertanian WTM sedang memberikan pelatihan kepada anggota kelompok tani.
Demikian disampaikan Hery Naif, Manager Program Wahana Tani Mandiri kepada Cendana News, di kantornya, Jumat (19/5/2017), sore, terkait pelatihan yang kembali digelar lembaganya. Menurutnya, kegiatan ini dilakukan sebagai salah satu kegiatan dari program WTM  dalam kerjasama dengan Misereor Jerman. “Peningkatan Kapasitas Petani dalam Perubahan Iklim Lewat Pendekatan Usaha Tani Berbasis Konservasi”.

“Pelatihan ini diawali dari refleksi para pengurus kelompok tentang konsep dasar dan motivasi pembentukan kelompok tani masing-masing, dan pelatihan ini dilakukan pada kelompk tania binaan WTM,” jelasnya.

Kegiatan ini, jelas Hery, dilakukan di Desa Napu Gera dan Dobo Nuapu’u, Kecamatan Mego dan Desa Renggarasi, Kecamatan Tanawawo, yang difasilitasi oleh tim fasilitator WTM, Alexander Saragih, selaku Koordinator Pertanian, Martha Muda, Kordinator Riset dan Pengelolaan Lingkungan Hidup serta Martinus Maju dan Yohanes Dawa selaku fasilitator lapangan.

“Pelatihan ini dilakukan WTM sebagai upaya pemugaran pemahaman mereka, setelah tiga tahun didampingi WTM dan melihat kemajuan apa saja yang sudah dicapai dan kegagalan apa yang sedang merintangi kelompok tani masing-masing,” paparnya.

Beberapa materi yang disampaikan dalam pelatihan manajemen kelompok, menurut Hery, adalah melihat kembali struktur kepengurusan kelompok tani dan model kepemimpinan yang dibangun. Apakah pernah dilakukan perencanaan, monitoring atau pemantauan dan evaluasi. “Ketiga proses ini akan membantu kelompok tani dalam menciptakan iklim manajemen yang transparan dan akuntabel,” sebutnya.

Karena itu, para fasilitator terbagi dalam beberapa materi yang disampaikan, yakni tujuan kelompok, administrasi, fungsi dan tugas, kepemimpinan, kerja sama kelompok, membangun jejaring kelompok dan keuangan kelompok serta perencanaan, monitoring dan evaluasi kelompok.
Hery Naif, manager program Wahana Tani Mandiri (WTM).
Sergius Solo, Kepala Desa Dobo Nua Pu’u, mengapreseasi WTM yang selalu melakukan kegiatan-kegiatan bersama kelompok tani dampingan, sehingga petani bisa meraih kesuksesan. “Saya mewakili Pemerintah Desa, mengharapkan, keberlanjutan program WTM itu sinergis dengan program desa terkait pengembangan kelompok, sehingga bisa saling melengkapi,” katanya.

Sergius juga menambahkan, demi kemajuan bersama kelompok, semua perlu sama-sama berusaha agar ada perubahan yang signifikan, sehingga hendaknya melalui pelatihan ini semua peserta bisa termotivasi dan memotivasi anggota kelompok masing-masing, agar tercipta suatu perubahan yang baik. “Kami pihak desa tetap mendukung kegiatan kelompok, asalkan kelompok tani punya perencanaan dan kegiatan yang berkelanjutan,” ujar Kepedes dua periode ini.
Jurnalis: Ebed De Rosary/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Ebed De Rosary
Bagikan:

Berikan Komentar:

0 comments so far,add yours