JUMAT, 19 MEI 2017

LAMPUNG --- Petani hortikultura khususnya buah melon, timun suri, semangka dan cabai di Desa Tanjungheran Kecamatan Penengahan dalam masa panen berharap meraih berkah di Bulan Ramadan. Mereka menggantungkan asa agar hasil kebun mereka laris manis di bulan suci umat islam tersebut.

Suhaeli pedagang melon dan semangka keliling
Salah satu petani penanam melon di Desa Tanjungheran Aman Suhendri (30) menyebutkan, di lahan yang dikontrak Rp100 juta per tiga tahun dalam satu hektarnya dapat mencapai hasil 30-35 ton dengan berbagai ukuran mulai dari ukuran dua kilogram hingga empat kilogram.

Disebutkan, saat bulan Ramadhan, permintaan terhadap buah-buahan, seperti semangka dan melon terbilang cukup tinggi. Bahkan agen pedagang melon di sejumlah pasar tradisional di wilayah Lampung memesan buah melon dari lima ton hingga 10 ton.

"Saat ini pangsa pasar cukup baik, terutama menjelang bulan suci Ramadhan dengan tingkat permintaan cukup tinggi,” terang Aman Suhendri salah satu petani melon di Desa Tanjungheran Kecamatan Penengahan yang tengah melakukan proses penyortiran buah Melon untuk dikirim ke Jakarta, Jumat (19/5/2017)

Selain itu peluang yang cukup menjanjikan menjelang Ramadhan dengan permintaan akan buah melon dan semangka yang memberinya omzet sekitar ratusan juta sekali panen membuat dirinya terus melakukan usaha tersebut. Meski harga fluktuatif karena serbuan buah melon dari wilayah Jawa Timur membuat terkadang harga buah melon sempat anjlok di kisaran Rp3.500 perkilogram sementara harga normal dapat mencapai Rp5.000 perkilogram.

Buah melon yang siap dipasarkan
Ia menyebut petani melon menjadi berkah bagi para pengecer dengan grade yang berbeda dengan harga per kilogram mencapai Rp5.000 per kilogram dan harga jual mencapai Rp8.000 bahkan mencapai Rp10.000.

“Selama ini hasil panen buah melon yang saya jual dominan dijual ke pasar tradisional sementara untuk penjualan ke pasar swalayan masih dalam penjajakan karena syarat dan prosedurnya cukup ketat,” ungkapnya.

Salah satu pedagang keliling, Suhaeli menyebutkan, penjualan buah Melon dan Semangka mulai menunjukkan kenaikan menjelang bulan suci Ramadhan dengan banyaknya jumlah buah melon yang dipasok dari petani lokal. Sepekan menjelang bulan suci Ramadhan jumlah permintaan buah Melon dan buah timun suri cukup meningkat tajam karena sejumlah konsumen membeli dalam jumlah banyak untuk stok selama Ramadhan.

“Satu bulan terakhir saya siapkan stok dua kuintal tapi menjelang Ramadhan saya bisa jual hingga lima kuintal karena permintaan yang tinggi akan buah Melon,” ungkapnya.

Jelang Ramadhan ini ia menyebut penjualan buah menjadi berkah bagi petani melon, semangka, timun suri dan bahkan bagi para petani. Sebab kebutuhan akan buah segar tersebut sebagian dipergunakan sebagai sajian buah segar dan sebagian dibuat berbagai sajian minuman es buah menu berbuka puasa bagi umat Islam yang menjalankan ibadah puasa.
Jurnalis : Henk Widi / Redaktur : ME. Bijo Dirajo / Foto : Henk Widi
Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar:

0 comments so far,add yours