KAMIS, 4 MEI 2017

JAYAPURA --- Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Terpadu Skouw di Distrik Muara Tami yang berbatasan langsung dengan Negara Papua New Guinea (PNG), menjadi satu spot wisata kebanggaan rakyat Indonesia, khususnya masyarakat Papua.
Tampak depan, Gedung PLBN Terpadu Skouw, Jayapura, Papua
Hal demikian diungkapkan Kepala Badan Perbatasan dan Kerjasama Luar Negeri (BPKLN) Provinsi Papua, Suzana Wanggai, saat ditemui Kamis (4/5/2017). “Kita patut bangga, bahwa sudah ada satu spot destinasi wisata di Kota Jayapura, yang tentu menjadi kebanggaan seluruh masyarakat, secara khusus di Jayapura, dan secara umum Papua dan Indonesia,” katanya.

Pihaknya telah melakukan antisipasi-antisipasi lainnya dengan koordinasi yang baik antar semua pihak, terutama pengelola perbatasan dan unsur-unsur terkait. “Sekarang ini, teman-teman dari unsur pelayanan, saat-saat libur cukup kewalahan ketika wisatawan lokal sampai mancanegara datang melihat, tapi perlu diingat harus masuk satu pintu, agar pengawasan lebih baik,” tuturnya.

Dari informasi terakhir, PLBN Terpadu Skouw akan diresmikan langsung oleh Presiden RI, Joko Widodo, pada 9 Mei, mendatang, dengan menandatangani prasasti, tepatnya di kaki patung Garuda Pancasila yang menghadap ke Negara PNG.

“Info terakhir sudah fix tanggal 9 Mei. Iya, akan tanda tangan prasasti yang diletakkan di bawah patung Garuda Pancasila. Puji Tuhan, semua koordinasi berjalan baik, maka seperti saat ini dilihat masyarakat menikmatinya,” kata Suzana.

Ditambahkannya, pembangunan infrastruktur di Skouw sesuai dengan Inpres nomor 6 tahun 2015 tentang percepaatan pembangunan 7 pos lintas batas di Indonesia. Dan, kini tengah dibangun untuk gelombang kedua seperti Wisma Indonesia, renovasi Pasar Skouw dan beberapa sarana lainnya.
Bagian belakang PLBN Terpadu Skouw yang berhadapan langsung dengan Negara PNG
Berkait dengan ujung timur Indonesia yang hanya Skouw saja yang dibangun PLBN, sedangkan masih ada perbatasan lain di daerah Papua, seperti Scofro, Kabupaten Keerom, Kabupaten Merauke, Boen Digoel dan Kabupaten Pegunungan Bintang, Suzana mengatakan, hal itu karena pembangunan PLBN adalah hasil kesepakatan Negara Indonesia dengan PNG.

“Kita telah koordinasi dengan Pemerintah PNG, titik-titiknya sudah ada. Tapi, yang sangat siap ini Skouw (RI)-Wutung (PNG), karena akses dan tingkat pelintas batas yang sudah sangat tinggi, jadi itu dulu yang difokuskan,” jelasnya.

Pihaknya tak mengabaikan teras Negara Indonesia di sepanjang Papua yang ada di beberapa kabupaten dan kota, yang terus dibicarakan setiap pertemuan-pertemuan rapat tentang perbatasan dari tingkat dinas hingga tingkat pemberi kebijakan di tinggkat tinggi antar Negara RI dan PNG.

“Di tingkat antara kedua negara terus membicarakan titik-titik ini, soal pembangunan infrastruktur yang salah satunya pos lintas batas kedua negara,” ujarnya.

Sekedar diketahui, pengelola dalam pemeliharaan gedung, seperti kebersihan dan keamanan (security) ditunjuk PT Angkasa Pura. Namun, aparat keamanan organik seperti TNI dan POLRI tetap melakukan pengamanan secara umum di teras negara tersebut.

Seperti diberitakan sebelumnya, lonjakan grafik wisatawan domestik terus naik di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Terpadu Skouw di Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Papua, yang berbatasan langsung dengan Negara PNG.
Kepala Badan Perbatasan Provinsi Papua, Suzana Wanggai
Megahnya bangunan tersebut menarik kedatangan wisatawan, hingga membuat kapasitas parkiran kendaraan roda empat tak mencukupi, hingga terpaksa memarkirkan kendaraannya di bibir ruas jalan cek poin satu gedung tersebut, ditambah lagi hari Sabtu adalah hari pasar. Pasar Skouw ini biasanya dibuka setiap hari Selasa, Kamis dan Sabtu.

Dari data yang ada di Satuan Tugas (Satgas) Pengamanan Perbatasan (Pamtas) RI-PNG Yonif 122 Tombak Sakti sebagai pos pertama sebelum masuk ke areal PLBN Terpadu Skouw ini, tercatat di luar hari pasar setelah gedung tersebut selesai dibangun, pengunjung mencapai 300-500, bahkan di hari libur tembus hingga di atas 1.500 pengunjung.
Jurnalis: Indrayadi T Hatta/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Indrayadi T Hatta
Bagikan:

Berikan Komentar:

0 comments so far,add yours