SENIN, 15 MEI 2017

JAYAPURA --- Kepolisian Daerah (Polda) Papua membentuk tim patroli dunia maya, guna mengantisipasi adanya informasi propaganda yang dapat menyesatkan masyarakat di wilayah hukumnya.
Irjen Pol. Boy Rafli Amar
Hal ini ditegaskan Kapolda Papua, Irjen Pol. Boy Rafli Amar, ke sejumlah jurnalis di Mapolda Papua. Ia mengungkapkan, pentingnya polisi patroli tak hanya dilakukan dalam dunia lingkungan masyarakat, melainkan perlu juga polisi patroli di dunia maya. “Ada empat tindakan preventif penegakkan hokum, yakni internet patrol, counter isu negative, diseminasi kegiatan POLRI di dunia maya dan kerjasama polisi dengan netizen,” kata Boy, Senin (15/5/2017).

Dalam patroli polisi di dunia maya, lanjut Boy, ada dua perihal yang dapat dilakukan. Pertama, menerima laporan dari masyarakat terkait pelecehan nama di dunia maya, seperti media sosial (medsos) dan kedua polisi patroli menemukan bentuk isu yang memecah belah bangsa maupun keamanan nasional maupun lokal.

“Jadi, dalam patroli tak akan mengenal polisinya, karena tim akan terus memantau dan mengawasi yang terjadi serta mencari tahu asal dari info tersebut. Untuk ini, perlu keahlian khusus dan nantinya kami akan berkomunikasi dengan netizen-netizen yang ada,” ujarnya.

Sekedar diketahui, polisi patroli ini juga mengacu pada Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Namun, terdapat perubahan pada UU ITE itu yang telah diberlakukan pada 2016, lalu. Terdapat tujuh poin perubahan dalam undang-undang tersebut, salah satunya Pasal 27 ayat (3) tentang penghinaan atau pencemaran nama baik dilakukan tiga perubahan.

Perubahan tersebut antara lain, menambahkan penjelasan atas istilah mendistribusikan, mentransmisikan atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik. Kedua, menegaskan bahwa ketentuan tersebut adalah delik aduan bukan delik umum dan ketiga, menegaskan bahwa unsur pidana pada ketentuan tersebut mengacu pada ketentuan pencemaran nama baik dan fitnah yang diatur dalam KUHP.
Jurnalis: Indrayadi T Hatta/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Indrayadi T Hatta
Bagikan:

Berikan Komentar:

0 comments so far,add yours