RABU, 17 MEI 2017

MAUMERE --- Satuan Reserse dan Kriminal (Sat Reskrim) Kepolisian Resort (Polres) Sikka Rabu (17/5/2017) pagi melakukan operasi tangkap tangan terhadap seorang buruh Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) di pelabuhan Laurens Say Maumere.

Kasubag Humas Polres Sikka, Iptu Margono
Kepada Cendana News di Mapolres Sikka Rabu (175/2017) siang, Kapolres Sikka I Made Kusuma Jaya,SIK,SH melalui Kasubag Humas Polres Sikka Iptu Margono mengatakan, operasi tangkap tangan dilakukan terhadap salah seorang buruh berinisal A di areal pelabuhan Laurens Say.

Penangkapan ini dilakukan kata Margono sebab buruh tersebut sedang melakukan pungutan liar kepada sopir dan pemilik kendaraan yang baru saja turun dari kapal fery jenis Roro Dharma Kencana yang baru bersandar di pelabuhan ini.

“Penangkapan yang kita lakukan berkat informasi yang diterima dari masyarakat dan pemilik kendaraan yang merasa keberatan atas pungutan ini,” ungkapnya.

Setelah menangkap pelaku, aparat Polres Sikka lanjut Margono membawa pelaku ke Mapolres Sikka untuk dimintai keterangan terkait aktifitas pungutan liar yang dikatakan sudah berlangsung lama di pelabuhan ini.

Kasat Reskrim Polres Sikka AKP Andri Setiawan,SIK,SH kepada Cendana News di Mapolres Sikka mengatakan, setelah melakukan operasi tangkap tangan, langkah-langkah yang akan diambil ke depannya yakni melakukan antisipasi agar kasus ini tidak berulang.

“Tapi yang terpenting kita akan melakukan mediasi dengan kelompok-kelompok perwakilan dari TKBM dan kita akan memberikan pengetahuan atau sosialisasi tentang aturan-aturan yang benar,” ungkapnya.

Kasat Reskrim Polres Sikka, AKP Andri Setiawan
Andri menjelaskan, pungutan liar ini sudah berlangsung lama sejak tahun 1998 sehingga buruh buruh pelabuhan Laurens Say tersebut merasa sudah terbiasa dengan aturan mereka yang menurut polisi tidak sesuai dengan koridor hukum.

“Kita akan sosialisasikan ke mereka bagaimana aturan yang benar agar nantinya mereka paham dan tidak melakukan berbagai pungutan liar di areal pelabuhan,” terangnya.

Kalau tetap seperti ini kata Andri, maka pastinya akan lagi ada korban dari TKBM sehingga Polres Sikka akan berkordiansi dengan mereka supaya tidak ada lagi kasus seperti ini ke depannya.
Jurnalis : Ebed de Rosary / Redaktur : ME. Bijo Dirajo / Foto : Ebed de Rosary
Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar:

0 comments so far,add yours