SELASA, 16 MEI 2017

JAKARTA --- Markas Besar Polisi Republik Indonesia (Mabes Polri) menjalin kerja sama dengan Biro Investigasi Federal (FBI) untuk menyelidiki teror virus ransome atau WannaCry.

Kabag Penum, Kombes Martinus Sitompul
Kepala Bagian Penerangan umum (Kabag Penum) Mabes Polri, Kombes Martinus Sitompul Mengatakan bahwa saat ini Kepolisian sudah melakukan konsolidasi intensif dengan beberapa instansi Polri, Kemenkominfo termasuk komunitas siber.

"Kita terus melakukan penelusuran-penelusuran, kerja sama dengan badan investasi utama Amerika," ujar Martinus di Mabes Polri, Selasa, (16/5/2017).

Menurut Martinus, kepolisian memahami bahwa dunia maya mempunyai dua sifat, di antaranya anonimous atau tidak dikenal dan tidak ada batas ruang dan waktu, sehingga bisa saja dilakukan di luar negeri atau di dalam negeri. Karena tidak hanya negara Indonesia yang diserang virus tersebut.

"Jadi, secara komunitas internasional, polisi berasa penting bekerjasama dengan FBI untuk menghadapi serangan ini," imbuhnya.

Martinus menjelaskan, Indonesia memiliki seperangkat hukum, di antaranya pasal 30 dan 32 UU ITE. Dalam Pasal 30 menyebut setiap orang dengan sengaja melawan hukum dan mengakses komputer, atau sistem elektronik milik orang lain dengan cara apapun. Sedangkan, Pasal 32, setiap orang dilarang mentransfer data kepada orang yang tidak berhak.

Martinus beberkan, Rumah Sakit RS Dharmais Jakarta, beberapa data dan rekam kesehatan hilang. Tapi sudah diantisipasi dan dokumen RS tersebut sudah dikembalikan.

"Saya harap keras sama dengan pihak FBI, kejahatan ini cepat diantisipasi," tutupnya.
Jurnalis : Adista Pattisahusiwa / Redaktur : ME. Bijo Dirajo / Foto : Adista Pattisahusiwa
Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar:

0 comments so far,add yours