Ramadan Semakin Dekat, Harga Gula Pasir Mulai Naik

51

SABTU, 13 MEI 2017

PAINAN — Kenaikan harga sejumlah barang mulai dirasakan oleh sejumlah pemilik warung kelontong yang berada di Surantih, Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat. Kenaikan yang paling dirasakan ialah gula pasir.

Gula pasir yang tengah di isi ke dalam plastik.

Pemilik warung kalontong, yang ditemui malam ini tengah membungkus gula, Mela mengatakan, terakhir membeli pada tiga bulan yang lalu, harga gula perkarungnya hanya Rp500 ribu dengan berat 50 kilogram. Namun, setelah dirinya membeli gula malam ini, harga gula per karungnya itu naik menjadi Rp650 ribu dengan berat yang sama yakni 50 kilogram.

“Tadinya saya kaget, yang biasanya hanya Rp500 ribu perkarungnya, tiba-tiba menjadi harga Rp650 ribu. Awalnya saya protes, tapi dari toko menyebutkan kenaikan harga gula pasir itu karena mau Ramadan,” katanya, malam ini, Sabtu (13/5/2017).

Mela menyampaikan, setelah adanya penjelasan dari pemilik toko ditempat ia membeli gula itu, dengan rasa kerelaan hati, ia pun tetap membeli gula pasir dengan harga Rp650 ribu perkarungnya. Mengingat naiknya harga gula, Mela pun mau tak mau harus menjual gula enceran dengan harga baru dan naik di bandingkan sebelumnya.

Biasanya, ketika harga gula pasir Rp500 ribu per karung, Mela menjual gula pasir enceran perkilogramnya Rp13.000. Sekarang dengan harga Rp650 ribu, ia harus menaikan harga gula menjadi Rp14.500 per kilogramnya.

“Baik itu Ramadan atau tidak, khusus gula pasir ini memang banyak yang membeli. Karena di kampung saya ini, gula pasir tidak hanya untuk digunakan sebagai untuk campuran membuat kopi dan teh, gula pasir juga digunakan untuk buah tangan menghadiri pernikahan,” ujarnya.

Buktinya, setiap harinya gula pasir yang dijual Mela, bisa mencapai tujuh hingga sepuluh kilogramnya. Ia mengakui, yang paling banyak membeli untuk buah tangan menghadiri pernikahan.

Sementara itu, pelanggan warung kelontong Mela, Iyul mengatakan, sudah wajar jika harga-harga naik menjelang Ramadan ini. Karena sebagai masyarakat yang telah menjalani Ramadan dari tahun ke tahun, sudah biasa menghadapi harga-harga naik.

“Mau pemerintah bilang harga bakal normal dan tidak naik, saya cuek saja. Karena, yang namanya Ramadan ini momennya pedagang untuk menaikan harga barang kebutuhan,” jelasnya.

Jurnalis: Muhammad Noli Hendra/Redaktur: Irvan Sjafari/Foto: Muhammad Noli Hendra
Source: CendanaNews

Komentar