KAMIS, 11 MEI 2017

CIAMIS --- Petani padi di Blok Citalahab, Desa Kertahayu, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, terancam gagal panen. Pasalnya, sejak satu bulan terakhir ini diserang hama tikus. 

Mahmud, salah seorang petani menunjukan area pesawahan miliknya yang terserang hama tikus
Luas lahan persawahan milik petani di daerah tersebut yang diserang hama tikus jumlahnya mencapai 200 hektar. Padahal, petani sudah melawan dengan cara meracun, memasang perangkap, pengasapan, hingga penggropyokan, namun usaha tersebut hingga kini belum membuahkan hasil.

“Kami sudah berusaha melawan serangan hama tikus tersebut, namun upaya yang kami lakukan bersama petani lainnya, hingga kini belum membuahkan hasil yang maksimal,” ungkap salah satu petani, Mahmud (45) saat ditemui di area pesawahan Blok Citalahab, Desa Kertahayu, Kamis (11/5/2017).

Menurut Mahmud, tanaman padi yang diserang hama tikus tersebut, langsung mengering dan roboh, serta butiran padi yang siap panen dimakan. Menyerang lewat bawah tanah, hanya membutuhkan waktu tidak sampai sehari, tanaman padi ludes dimakan tikus yang menyebabkan petani mengalami frustasi.

“Padahal, padi yang kami tanam ini kurang beberapa minggu lagi mulai panen, tapi karena adanya serangan hama tikus tersebut, maka tidak dapat memanennya. Yang pasti petani telah mengalami kerugian yang cukup besar, bahkan mengeluarkan modal besar untuk membasmi serangan hama tikus tersebut,” Kata Mahmud

Dijelaskan Mahmud, dirinya yang memiliki lahan persawahan sekitar hampir 1 hektar, jika tanaman padi tidak terserang hama, maka setip per hektarnya dapat menghasilkan produksi padi sekitar enam hingga delapan ton. Tapi karena terserang hama tikus, tentunya produksi padi yang dihasilkan pada saat ini akan berkurang drastis, kemungkinan dirinya hanya mendapatkan padi sekitar satu hingga tiga ton padi.

Terpisah Sekretaris Desa Kertahayu, Ian Herliana membenarkan jika lahan pertanian milik para petani di Blok Citalahab, Desa Kertahayu, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, yang luasnya mencapai sekitar 200 hektar tersebut, pada saat ini diserang hama tikus.

“Serangan hama tikus ini terjadi, akibat beberapa faktor salah satunya disebabkan faktor cuaca yang beberapa bulan terakhir ini hujan dengan intensitas cukup tinggi. Sehingga setiap pada musim penghujan, petani selalu perang dengan hama tikus, dan jika musim kemarau datang, petani harus perang dengan hama wereng,” ungkap Ian.

Persoalan yang terjadi pada saat ini, lanjut Ian, hama tikus yang menyerang padi milik para petani itu, terjadi pada malam hari, sehingga kesulitan untuk memerangi dan membasmi.

Ian, dan para petani di Desa Kertahayu berharap ada langkah yang dilakukan oleh Dinas Intansi terkait, agar segera turun tangan membantu, mengatasi dan menanggulangi serangan tersebut, sehingga para petani tidak mengalami kegagalan panen dan menanggung kerugian yang cukup besar.
Jurnalis: Baehaki Efendi/Redaktur: ME. Bijo Dirajo/Foto: Baehaki Efendi
Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar:

0 comments so far,add yours