Ratusan Peserta Ramaikan Festival Rujak Uleg 2017

65

MINGGU, 14 MEI 2017

SURABAYA — Pemerintah Kota Surabaya kembali mengadakan acara tahunan Festival Rujak Uleg pada tahun ini. Acara tersebut diikuti oleh 295 grup yang masing-masing terdiri dari lima orang anggota. Seluruh peserta telah berkumpul di sepanjang jalan area Kya Kya Jalan Kembang Jepun sejak pagi tadi (14/5) dengan menggunakan kostum serta dandanan unik.

Peserta dengan kostum penyihir di Festival Rujak Uleg 2017.

Wali Kota Surabaya, Tri Risma Harini, berkesempatan untuk membuka langsung Festival Rujak Uleg Surabaya 2017. Secara simbolis, Risma didampingi beberapa tamu undangan untuk membunyikan sirine di atas panggung raksasa sebagai tanda dimulainya pembuatan rujak cingur khas Suroboyo dengan serentak.

Risma mengaku bangga dan mengucapkan banyak terima kasih atas terlaksananya acara ini. Terlebih rujak cingur merupakan salah satu makanan khas Kota Pahlawan dan tetap menjadi favorit seluruh masyarakat baik lokal maupun nasional. Risma juga mengunjungi seluruh meja peserta sembari memberikan semangat.

Wali Kota Surbaya Tri Risma Harini.

 “Festival ini secara tak langsung mengajarkan kita semua sebagai masyarakat Kota Surabaya untuk mengenal sejarah. Jangan sampai kita lupa dengan kebudayaan, salah satunya rujak uleg atau rujak cingur. Mungkin anak-anak kita sudah banyak yang tahu, tapi dengan ini kita membuka kembali wawasan dan pengetahuan tentang kekayaan kita di bidang kuliner,” ujar Risma.

Dalam festival tersebut, kreativitas para peserta juga diuji dan dinilai. Tak heran jika semua peserta mengenakan kostum terbaiknya dengan tema yang berbeda dari lainnya. Seperti yang ditunjukkan oleh tim dari SMK St. Louis Surabaya. Mereka kompak mengenakan kostum bertemakan penari Remo untuk meenguatkan identitas sebagai warga Surabaya.

“Sengaja pakai kostum lengkap dan make up Tari Remo untuk semakin menyemarakkan, karena Tari Remo kan berasal dari Jawa Timur dan sangat populer di Surabaya. Selain karena menjadi identitas Kota Surabaya, kostum Remo ini juga tidak sulit dicari. Persiapan yang kami lakukan untuk dandan juga tidak lama, sekitar 1-2 jam saja,” urai Heru, salah seorang anggota tim.

Berbeda dengan Heru, kelompok dari Kelurahan Gubeng justru berpakaian dengan tema populer. Seluruh anggota tim memakai kostum bernuansa ungu dan bertema penyihir. Salah satu anggota, Rina, mengatakan bahwa tema penyihir diambil agar beda dari yang lain dan menarik perhatian para pengunjung yang ada.

“Kami membawa tema penyihir baik yang sedang membuat rujak. Tujuannya tidak membuat  takut karena kami tetap imut dan lucu. Dan kami jamin nanti rasa rujak kami tak kalah dengan peserta lain atau jauh lebih enak karena menggunakan ramuan dan mantra sihir,” kata Rina.

Para peserta diberi kesempatan untuk membuat rujak uleg sesuai dengan kreasi masing-masing sambil menyuarakan yel-yel yang telah disiapkan. Rujak buatan peserta itu dibagikan secara cuma-cuma kepada ribuan pengunjung yang hadir.

Suasana Festival Rujak Uleg 2017.

Jurnalis: Afif Linofian/Redaktur: Irvan Sjafari/Foto: Afif Linofian
Source: CendanaNews

Komentar