KAMIS, 18 MEI 2017

BALIKPAPAN --- Pihak sekolah diharapkan tidak meminta bantuan kepada orang tua murid atau siswa sekolah dalam melakukan perbaikan gedung sekolah atau rehab sarana dan prasarana sekolah. Hal itu ditegaskan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Balikpapan, Muhaimin ketika ditanya sejumlah sekolah yang disinyalir meminta bantuan di luar Dinas Pendidikan. 

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Balikpapan, Muhaimin
Ia menjelaskan, pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Pendidikan berkewajiban melakukan rehab terhadap sarana dan prasarana sekolah di Balikpapan. Apabila ada sekolah yang membutuhkan bantuan untuk melakukan rehab sarana dan prasarana dapat melaporkannya ke dinas terkait.

“Sudah menjadi kewajiban kita untuk memperbaikinya, bukan berinisiatif membuat proposal dan membebani orang tua siswa,” jelasnya Kamis, (18/5/2017).

Disebutkan Muhaimin, kegiatan rehab sekolah, baik ringan, sedang atau rehab berat seperti atap bocor plafon rusak dan lainnya bukan menjadi tanggungjawab orang tua siswa.

“Memang niatnya baik tapi pihak komite sekolah maupun kepala sekolah punya batasan dalam hal bantuan,” pungkasnya.

Menurutnya, apabila ada keinginan untuk meminta bantuan dana dari orang tua siswa dapat dilakukan dengan berkoordinasi bersama komite sekolah kepada dinas.

“Misal adanya ekstrakurikuler penunjang prestasi siswa, namun pihak sekolah mengalami anggaran yang minim. Lalu dikomunikasikan dan transparan serta dapat dipertanggungjawabkan bisa saja, sepanjang dapat dikomunikasikan,” tuturnya.

Selain itu, pihaknya juga menyayangkan masih adanya sekolah dan komite sekolah yang belum paham akan aturan yang ada.

“Ini tugas dan catatan kita agar dilakukan pembinaan yang lebih baik. Harus ada batasan bantuan yang menjadi kewajiban orang tua, pihak sekolah dan Pemerintah Daerah. Semoga ke depan tidak terjadi lagi,” harap Muhaimin.
Jurnalis : Ferry Cahyanti / Redaktur : ME. Bijo Dirajo / Foto : Ferry Cahyanti
Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar:

0 comments so far,add yours