SENIN, 15 MEI 2017

MATARAM --- Remitansi atau kiriman uang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dinilai memiliki kontribusi cukup signifikan bagi pemasukan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) termasuk bagi APBN.

Kepala BPS NTB, Endang Tri Wahyuningsih
"Selain sektor pertanian, pariwisata dan tambang, dan sejumlah sektor lain, remitansi TKI juga memiliki kontribusi besar bagi APBD NTB," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) NTB, Endang Tri Wahyuningsih di Mataram, Senin (15/5/2017).

Ia mengatakan, tingginya kontribusi remitansi bagi APBD maupun APBN tersebut dapat dilihat berdasarkan yang dicatat Bank Indonesia dan PT.Post setiap tahun, mencapai 1,6 triliun. Sementara setiap triwulannya nilai remitansi yang masuk ke NTB, jumlahnya lebih dari 300 miliar rupiah.

Penyaluran remitansi melalui PT. Post tercatat lebih tinggi kalau dibandingkan melalui Bank Indonesia. Kondisi triwulan 1-2017, remitansi masuk ke NTB mencapai 348 miliar rupiah, lebih rendah dari remitansi pada triwulan 1-2016 mencapai 475 miliar.

"Remitansi yang masuk ke NTB juga cukup besar peranannya dalam meningkatkan daya beli masyarakat dan apabila disalurkan ke bidang usaha, maka akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi, termasuk memberikan dampak positif bagi peningkatan keuangan inklusif," sebutnya.
Jurnalis : Turmuzi / Redaktur : ME. Bijo Dirajo / Foto : Turmuzi
Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar:

0 comments so far,add yours