RABU, 17 MEI 2017

YOGYAKARTA --- Ditjen Peraturan Perundang-undangan Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham), Widodo Ekatjahjana menyebutkan, proses revisi Peraturan Pemerintah (PP) No 99 Tahun 2012 tentang Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Hak Warga Binaan Pemasyarakatan, sudah memasuki proses finalisasi dan akan segera disahkan. 

Widodo (kanan) didampingi Suherman
"Adanya PP No, 99 yang baru tersebut dikatakan akan menjadi salah satu solusi untuk mengatasi masalah over kapasitas lapas, sebagaimana terjadi saat ini," sebut Widodo saat mengunjungi Lapas Kelas II A Wirogunan Yogyakarta, Rabu (17/05/2017) siang.

Disebutkan pula, dalam revisi PP No 99 tersebut nantinya para pengguna narkoba akan memperoleh kemudahan mendapat remisi. Dimana jika sebelumnya pengguna narkoba hanya akan mendapat remisi jika menjadi Justice Collaborator, maka dengan adanya revisi ini, tanpa menjadi Justice Collaborator pun warga binaan pengguna narkoba akan mendapat remisi.

"Jadi yang semula harus pakai JC, maka dengan ketentuan baru ini remisi bisa diberikan tanpa pakai JC. Namun ini hanya untuk pengguna narkoba saja. Tidak untuk pengedar atau bandar," katanya.

Widodo
Widodo menyebutkan, jumlah penghuni lapas di Indonesia sendiri dikatakan saat ini didominasi oleh kasus narkoba, yang mencapai sekitar 60 persen dari total penghuni lapas yang ada. Dari jumlah itu, paling banyak adalah para pengguna. Sehingga dengan adanya perubahan syarat remisi ini diharapkan dapat mengurangi beban lapas yang banyak megalami over kapasitas penghuni.

"Ini merupakan salah satu upaya untuk mengatasi persoalan over kapasitas penghuni lapas. Karena dengan keterbatasan anggaran, jika dibiarkan akan jadi masalah. Namun ini tidak akan membatasi upaya pemberantasan narkoba, karena hanya berlaku untuk para pengguna saja. Dimana mereka ini kan sebenarnya juga merupakan korban," katanya.

Sementara itu, Kepala Lapas kelas II A Wirogunan, Suherman menggatakan, sampai saat ini lapas Wirogunan sendiri belum sampai  mengalami persoalan over kapasitas. Dari kapsitas penghuni lapas sekitar 470 orang, Lapas Wirogunan saat ini dihuni oleh sebanyak 458 orang. Sehingga masih ada sisa kapasitas meskipun dalam jumlah kecil, sekitar 2 persen.

"Untuk Jogja saya kita belum terlalu jadi masalah. Karena dari total kapasitas yang ada masih ada sisa sedikit. Memang potensi kerusuhan di setiap lapas selalu ada, namun untuk Jogja relatif aman," katanya.
Jurnalis : Jatmika H Kusmargana / Redaktur : ME. Bijo Dirajo / Foto : Jatmika H Kusmargana
Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar:

0 comments so far,add yours