Sambut Ramadan, Kota Malang Gelar Lomba Musik Patrol

126

SABTU, 20 MEI 2017
MALANG — Percussion Street Festival Lomba Patrol ke-3 kembali digelar Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) kota Malang. Lomba yang dihelat di area Simpang Balapan tersebut sengaja diadakan untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadan.

Pembukaan lomba patrol.

Menurut Kepala Disbudpar, Ida Ayu Made Wahyuni ide awal terselenggaranya lomba musik patrol ini berawal dari seni bermain musik secara bersama-sama yang dilakukan oleh masyarakat kampung ketika mereka melakukan ronda malam.

Kemudian sejalan dengan perkembangan Agama Islam di Jawa Timur, musik patrol kemudian bergeser maknanya tidak hanya untuk ronda malam tetapi juga digunakan membangunkan orang untuk sahur ketika bulan Ramadan.

“Kalau dulu kentongan hanya dari alat bambu saja, tetapi kemudian masyarakat kota Malang sudah mengkolaborasikan kentongan tersebut dengan drum dan beberapa alat dari plastik serta alat musik lainnya,” jelasnya, Jumat (19/5/2017).

Disbudpar menggelar kegiatan ini secara rutin setiap tahun menyambut Ramadan.Inovasi dan aktivitas yang dilaksanakan oleh masyarakat hampir di setiap kelurahan dituangkan dalam sebuah kompetisi. Hadiah berupa uang tunai, sertifikat dan tropi Wali Kota Malang disediakan bagi yang berprestasi.

“Lomba patrol tahun ini diikuti oleh 27 grup, yang terdiri dari 14 grup musik patrol kereta dan 13 grup musik patrol non kereta,” sebut Wahyuni.

Menurutnya masyarakat sangat antusias untuk bisa ikut dalam lomba patrol. Hal tersebut bisa di lihat dari jumlah peserta yang terus meningkat setiap tahunnya.

Grup patrol kereta.

Sementara itu Wakil Wali Kota, Sutiaji sangat berharap bahwa lomba patrol bisa memberikan inspirasi kepada semua masyarakat karena kota Malang adalah kota yang berbudaya, berkreasi dan cinta seni.

“Kami sangat berterimakasih kepada semua peserta karena sudah termotivasi untuk mengikuti sebuah lomba dengan menampilkan sesuatu yang indah untuk bisa dinikmati banyak orang,” ucapnya.

Selain itu Sutiaji juga menyampaikan bahwa masyarakat Malang juga patut berbangga karena kreasi seni patrol termodern yang diakui secara nasional dan hanya Malang yang menjadi pencetus kreasi seni patrol modern tersebut.

Aksi grup patrol non kereta.

 Jurnalis: Agus Nurchaliq/Redaktur: Irvan Sjafari/Foto: Agus Nurchaliq

Source: CendanaNews

Komentar