Sangkep Beleq, Cara NTB Merawat Budaya Lokal

42

SABTU, 20 MEI 2017

LOMBOK TIMUR — Indonesia, selain dikenal akan keragaman suku, agama dan ras, juga sangat kaya akan nilai seni kebudayaan yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Keragaman seni budaya tersebut membuktikan bahwa betapa  Indonesia sangat kaya. 

Suasana pembukaan Sangkep Baleq di Desa Wisata Sembalun, Lombok Timur.

“Hampir setiap daerah memiliki seni budaya masing-masing dengan keunikannya tersendiri, karena itulah budaya daerah maupun kearifan lokal lain, harus tetap dijaga dan dilestarikan sebagai warisan  dan menjadi kekayaan kebudayaan nusantara,” kata Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat di acara sangkep beleq (musyawarah besar) kebudayaan Suku Sasak Lombok di Desa Wisata Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Sabtu (20/5/2017).

Menurutnya, merawat dan melestarikan budaya dan kearifan lokal penting dilakukan di tengah, arus budaya luar mulai banyak menjangkiti anak bangsa yang sebagian besarnya sangat bertentangan dengan adat istiadat dan kepribadian bangsa Indonesia.

Selain itu, dengan merawat dan melestarikan budaya dan kearifan lokal, juga bisa mendatangkan keuntungan secara ekonomi, apalagi dengan keberadaan NTB sebagai salah satu daerah tujuan wisata, khususnya wisatawan mancanegara.

“Bagi wisatawan, terutama wisatawan asing, selain objek wisata pantai dan pegunungan, mereka juga sangat menyukai menyukai  keunikan kesenian dan kekayaan kebudayaan suatu daerah” katanya.

Sementara itu, Ketua MAS Lombok, H. lalu Mujtahid mengatakan, kegiatan Sangkep Beleq sendiri merupakan, kegiatan kebudayaan yang biasa dilaksanakan Majelis Adat Sasak (MAS) Lombok setiap satu tahun sekali, melibatkan tokoh-tokoh budayawan termasuk  pelaku dan pemerhati budaya dan pariwisata.

Sangkep beleq dilaksanakan sebagai tradisi untuk terus  menjaga dan merawat nilai nilai kearifan lokal  guna merekatkan kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara. Didalam forum Sangkep adat ini dibahas berbagai isu pembangunan terkini  dan pandangan kearifan lokal.

“Harapannya, dari acara Sangkep Beleq nantinya akan lahir banyak ide dan gagasan  terobosan adanya pemberdayaan masyakat suku Sasak Lombok, baik dalam kerangka kehidupan sosial kebudayaan maupun kesejahteraan ekonomi berbasis kearifan lokal.”

Jurnalis: Turmuzi/Redaktur: Irvan Sjafari/Foto: Turmuzi

Source: CendanaNews

Komentar