Sejumlah Sekolah Tanam Pohon Serentak di Kalimantan Selatan

72

JUMAT, 5 MEI 2017

BANJARMASIN — Ratusan siswa-siswi Sekolah Menengah Atas Negeri 4 Banjarmasin itu tertib berkumpul di halaman sekolah, Jumat (5/5/2017). Di pelataran sekolah, mereka sibuk memegang aneka rupa perkakas seperti cangkul dan ember untuk menanam bibit pohon. Kolaborasi guru dan para murid itu lekas bahu-membahu menanam  bibit pohon ketika Sahbirin Noor sigap mencangkul tanah.  

Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor, mengawali tanam pohon serentak SMA/SMK se-Kalimantan Selatan.

Mengambil tempat di SMAN 4 Banjarmasin, Gubernur Kalimantan Selatan  itu secara resmi mencanangkan serentak Gerakan Menanam Pohon di Sekolah se-Kalimantan Selatan. Gerakan ini sebagai upaya pemerintah daerah mendukung Revolusi Hijau demi penghijauan area sekolah.

“Tanam, tanam, dan tanam. Kita harus mulai membiasakan diri peduli lingkungan,” kata Sahbirin Noor usai menanam bibit pohon Mahoni. 

Gerakan Menanam Pohon dilaksanakan di 310 sekolah tingkat atas se-Kalimantan Selatan yang terdiri dari 187 SMA dan 123 SMK. Sebanyak 4. 960 bibit pohon dibagikan ke-13 kabupaten/kota demi mendukung Gerakan Menanam Pohon serentak. Sahbirin mengimbau setiap kepala daerah mesti turut serta dalam gerakan ini.

Bibit pohon yang disemai di antaranya Flamboyan, Trembesi, Mahoni, dan Mangga. “Ditanam di area sekolah sebagai pohon peneduh,” ujar Sahbirin Noor.

Sahbirin mengungkapkan, dukungan dan sinergi dengan seluruh bupati dan wali kota juga sangat diperlukan agar gerakan ini rutin dilaksanakan. Menurut Sahbirin, masih ada sekolah yang terkesan gersang karena minimnya pohon peneduh di lingkungan tersebut.

Seorang murid bernama Muhammad Fandi mengapresiasi atas gerakan penanaman pohon serentak ini. Ia berharap, kehadiran Sahbirin Noor menjadi momentum penggerak para remaja lebih peduli terhadap lingkungan hidup. Fandi mengaku, sudah mulai peduli terhadap kelestarian lingkungan lewat penanaman pohon di lingkungan rumah.

“Kami ingin generasi berikutnya bisa menikmati lingkungan bersih dan terjaga di Banjarmasin. Maka dari itu, minimal mulai tingkat keluarga sudah peduli terhadap gerakan penanaman pohon,” ujar Fandi.

Jurnalis: Diananta P. Sumedi / Editor: Satmoko / Foto: Diananta P. Sumedi

Source: CendanaNews

Komentar