SABTU, 20 MEI 2017

SEMARANG --- Kebangkitan Nasional seharusnya juga dimaknai semangat mewujudkan kemandirian di bidang ekonomi, budaya, sosial dan sebagainya. Membangun industri kreatif dapat menjadi salah satu sumbangsih kepada negara.

Hadi Maulana Rahmat.
Demikian diungkapkan CEO Loetjo.com, sebuah usaha industri kreatif, Achmad Munandar. Presiden Soekarno menetapkan 20 Mei sebagai Hari Kebangkitan Nasional pada 1948 karena pada waktu ini Budi Utomo berdiri. Organisasi ini memberi inspirasi tumbuhnya organisasi kepemudaan lain.

Sejarah lahirnya kebangkitan nasional inilah yang perlu dijadikan contoh bagi pemuda untuk ikut andil dalam memajukan bangsa. Seperti kutipan perkatan Soekarno, mempertahankan kedulatan bangsa lebih susah daripada memerdekakan bangsa.

Sebagai CEO industri kreatif loetju.com, Munandar berupaya menjadi solusi bagi kemandirian ekonomi bangsa. Loetju.com yang merupakan sebuah startup atau UMKM yang bergerak dalam industri kreatif di bidang merchandise dan digital printing ini telah mampu membuka lapangan pekerjaan.

Selain itu, Loetju.com juga melakukan pemberdayaan pada pengrajin kayu di Pati. Dari pengrajin, kayu akan dibuat plakat, hiasan dinding, dan merchandise lainnya.

“Besar sekali potensi industri kreatif di Indonesia yang belum tergali. Pemuda yang memiliki jangkauan informasi yang luas seharusnya mampu memanfaatkan potensi tersebut untuk membangun kemandirian ekonomi bangsa.” ujar Munandar saat ditemui Cendana News, Sabtu (20/05/2017).

Dengan kemandirian ekonomi, diharapkan masyarakat khususnya pemuda juga siap dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang suka-tidak suka akan diterapkan di kawasan. MEA akan membuat persaingan semakin kompetitif karena berbagai produk dan layanan negara lain juga akan masuk lebih bebas.

Dengan semangat hari kebangkitan nasional, Nandar berharap agar lebih banyak lagi pemuda berani beraktualisasi dengan passion yang dimiliki, lantas mengkonversinya menjadi sebuah karya yang bisa mebanggakan negeri.

 “Bagi para pemuda yang sudah punya ide untuk terjun ke industri kreatif maka segera saja memulainya, segala sesuatu yang besar dimulai dari satu langkah kecil,” imbuhnya.

Hal senada juga dilontarkan Owner Mans Nusantara  Food, Hadi Maulana Rahmat. Produk yang muncul dari industri kreatif memberikan iklim kompetitif pada persaingan pasar. Iklim ini akan memicu kepada pelaku bisnis untuk berlomba-lomba menghasilkan produk yang bagus.

"Saat kualitas produk meningkat, sudah bukan hambatan lagi untuk pelaku bisnis di Indonesia bermain di tingkat nnternasional,” cetus Hadi.

Hadi Maulana Rahmat juga memiliki semangat yang sama untuk membangun kemandirian bangsa melalui industri kreatif. Industri bangun bernama Mans Nusantsa Food memiliki produk andalan lumpia bakso.

Hadi mengkolaborasi kekhasan Kota Semarang yaitu lumpia dan tahu bakso, menjadi lumpia bakso. Dengan usahanya ini, hadi bersama timnya berhasil membuka lapangan pekerjaan. Hadi juga memperdayakan ibu-ibu rumah tangga dalam proses produksi lumpia baksonya.

Hadi berharap di hari kebangkitan nasional ini, semangat pemuda untuk berkreasi lalu berwirausaha semakin tinggi. Dia mengajak pemuda untuk manfaatkan tenaga semaksimal mungkin untuk mempersiapkan diri menghadapi persaingan global.

“Mari manfaatkan waktu muda kita yang masih di zona aman ini untuk mengasah mental entrepreneurship kita dengan memulai membangun usaha," pungkasnya.

Achmad Munandar.
 
Jurnalis: Khusnul Imanuddin/Redaktur: Irvan Sjafari/Foto:Khusnul Imanuddin
Bagikan:

Irvan Sjafari

Berikan Komentar:

0 comments so far,add yours