KAMIS, 4 MEI 2017

JAKARTA --- Persidangan lanjutan kasus dugaan penggelembungan anggaran proyek E-KTP kembali digelar di Ruang Sidang Mr. Koesoemah Atmadja 1, Gedung Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta, Kamis (4/5/2017).
Suasana persidangan lanjutan kaus perkara proyek E-KTP
Saat ini, persidangan sedang mendengarkan kesaksian atau pengakuan dari beberapa saksi yang dihadirkan. Tiga saksi yang duduk di kursi persidangan, dua di antaranya adalah mantan Direktur Utama (Dirut) PT. Percetakan Negara Republik Indonesia (PNRI), Esnu Edhi Wijaya dan juga mantan Dirut PT. Lembaga Elektronika Nasional (LEN), Wahyudin Bagenda.

Dalam persidangan itu, Anggota Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari pihak KPK  mencecar berbagai pertanyaan seputar proses lelang proyek E-KTP, masing-masing kepada Esnu Edhi Wijaya dan Wahyudin Bagenda. Selain itu, JPU dari KPK juga bertanya kepada keduanya, apakah mereka ikut "menikmati" aliran dana dari proyek E-KTP.

"Apakah saudara saksi masing-masing mengetahui bagaimana sebenarnya mekanisme proses lelang tender terkait proyek E-KTP, dan apakah saudara saksi juga pernah menerima sejumlah aliran dana dari proyek E-KTP, tersebut?” tanya Irene Putri, salah satu Anggota JPU pihak KPK dalam persidangan.

Menanggapi pertanyaan tersebut, mantan Dirut PT. PNRI Esnu Edhi Wijaya menjawab singkat, bahwa pihaknya (PNRI) memang mengikuti proses lelang tender sesuai dengan prosedur yang berlaku, namun ia mengaku tidak tahu-menahu soal aliran dana yang dimaksudkan.

Sementara itu, mantan Dirut PT. LEN Industri, Wahyudin Bagenda, menjelaskan, jika pihaknya (LEN) memang sengaja mengikuti proses lelang tender, namun hanya mengambil dari sisi teknologinya, misalnya seperti perangkat keras dan perangkat lunak.

Namun demikian, Wahyudin mengaku sama sekali tidak pernah menerima aliran dana seperti yang ditanyakan Anggota JPU, dalam persidangan lanjutan kasus perkara proyek pengadaan E-KTP yang diperkirakan telah merugikan keuangan negara lebih dari Rp2,3 triliun tersebut.
Jurnalis: Eko Sulestyono/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Eko Sulestyono
Bagikan:

Berikan Komentar:

0 comments so far,add yours