KAMIS, 18 MEI 2017

JAKARTA --- Persidangan lanjutan kasus perkara dugaan penggelembungan anggaran dalam proyek pengadaan Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang berbasis elektronik kembali digelar di Gedung Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Kamis (18/5/2017).
John Halasan Butar-butar (tengah).
Agenda sidang lanjutan  kasus perkara e-KTP hari ini akan menghadirkan sedikitnya 8 orang saksi dan 2 orang terdakwa. Materi persidangan masih berkaitan dengan masalah teknis terkait dengan bagaimana sebenarnya mekanisme proyek lelang tender proyek e-KTP.

Berdasarkan pantuan Cendana News langsung dari Gedung Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar, Kemayoran, Jakarta Pusat. persidangan lanjutan kasus perkara e-KTP baru saja dimulai pada pukul 10:00 WIB. Persidangan lanjutan kasus perkara e-KTP dipimpin langsung oleh John Halasan Butar-butar sebagai Ketua Majelis Hakim.

Setidaknya ada 8 orang saksi yang dihadirkan dalam persidangan lanjutan kasus perkara e-KTP. Masing-masing di antaranya adalah Azmin Aulia, Addal Noverman, Ruddy Indrato Raden, Endah Lestari, Junaedi dan Zudan Arif Fakhrulloh. Kemudian ditambah 2 orang saksi lagi, masing-masing Amilia Kusumawardhani dan Paultar Paruhum Sinambela.

Selain itu juga turut dihadirkan 2 orang terdakwa, masing-masing adalah Irman dan juga Sugiharto. Irman dan Sugiharto merupakan mantan pejabat Direktorat Jenderal (Ditjen) Kependudukan dan Catatan Sipil Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Republik Indonesia.
Suasana persidangan lanjutan kasus perkara e-KTP.
"Persidangan lanjutan kasus perkara e-KTP dengan ini saya nyatakan dibuka, persidangan akan menghadirkan 8 orang saksi dan juga 2 orang terdakwa. Dipersilakan petugas pengadilan untuk segera menghadirkan para saksi dan juga tersangka. Sebelum persidangan dimulai khusus untuk saksi akan terlebih dahulu disumpah menurut agama dan keyakinannya masing-masing," kata John Halasan Butar-butar di Gedung Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (18/5/2017).
Jurnalis: Eko Sulestyono / Editor: Satmoko / Foto: Eko Sulestyono










Bagikan:

Satmoko Budi Santoso

Berikan Komentar:

0 comments so far,add yours