Tabligh Akbar, Dinginkan Tensi Politik

127

KAMIS, 18 MEI 20-17

JAKARTA— Kapolri, Jenderal Polisi Tito Karnavian, membuka Tabligh Akbar bertema ‘Dengan Hikmah Isra Mi’raj dan Ramadhan, Kita Pererat Tali Persaudaraan Guna Memantapkan Persatuan dan Kesatuan Dalam Kebhinnekaan’, di Gedung Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian, Melawai, Jakarta Selatan, Kamis (18/5/2017), malam.

Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian, saat membuka tabligh akbar

Di hadapan ribuan undangan, Tito menyampaikan, tabligh akbar sebagai wadah silaturahim POLRI dengan semua pihak yang diundang. Sebab, mempererat silaturahim merupakan ibadah yang telah dianjurkan umat Islam. “Inilah ibadah bagi kita, dengan adanya ibadah, Insya Allah kita akan mendapatkan limpahan pahala dari Allah SWT,” ujar Tito.

Tabligh akbar, beber Tito, dapat dijadikan momentum menjelang bulan suci Ramadhan. Karena kita adalah makhluk lemah, tanpa berkah dari Allah SWT segala usaha kita akan menjadi sia-sia. “Mudah-mudahan, kita bisa memasuki bulan suci Ramadhan dalam suasana yang lebih bersih, dan kemudian kita mendapatkan pahala sebanyak-banyaknya dari Allah SWT,” katanya.

Menurut Tito, tabligh akbar ini juga demi mendinginkan suasana politik Indonesia pasca Pilgub DKI Jakarta 2017. Cara ampuh untuk mendinginkan kembali tensi politik Indonesia yang menghangat adalah melalui kegiatan keagamaan. Karena dalam kegiatan keagamaan akan ada tausiyah dari ulama yang akan menyejukkan hati.

Selain itu, tabligh akbar juga merupakan sarana untuk kembali menyegarkan ingatan tentang rasa kebangsaan. Apalagi, saat ini mendekati Hari Kebangkitan Nasional yang dirayakan 20 Mei, mendatang. “Saya kira ini waktu yang tepat untuk kita mendinginkan tensi politik kita,” imbuhnya.

Tito berharap, tabligh akbar ini dapat menjadi momentum untuk kembali menyegarkan rasa kebangsaan dan nasionalisme antar anak bangsa. Rasa nasionalisme, kebangsaan dan toleransi sudah dideklarasikan dari para pendahulu bangsa Indonesia. “Kita harus merasa satu bangsa, satu tanah air, satu saudara tanpa membedakan suku, agama dan ras. Semua memiliki hak dan kewajiban yang sama sebagai orang Indonesia,” ujarnya.

Hadir dalam acara tabligh akbar, di antaranya, perwakilan Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, serta hadir pula Pangdam IV Diponegoro, Mayjend TNI Jaswandi, dan tokoh-tokoh ulama lainnya.

Jurnalis: Adista Pattisahusiwa/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Adista Pattisahusiwa

Source: CendanaNews

Komentar