SENIN, 15 MEI 2017

JAYAPURA --- Penjaga keamanan perbatasan Republik Indonesia (RI)–Papua New Guinea (PNG) dari Tentara Nasional Indonesia (TNI) dilakuan rotasi. Setelah kurang lebih sembilan bulan menjaga perbatasan RI-PNG, sejak tahun awal 2016 hingga pertengahan 2017.
Kasdam XVII Cenderawasih, Brigjend TNI Herman Asaribab.
Kasdam XVII Cenderawasih, Brigjend TNI Herman Asaribab, mengatakan, penempatan satuan-satuan ini hanya melanjutkan satuan yang lama, satuan baru ini gantikan satuan lama Yonif Raider 700/WYC, Yonif Mekanis 516/CY dan Yonif 122/TS, yang satuan pengganti ini akan menyambung program yang ada dan menyusun program baru dengan tugas pokok menjaga kedaulatan NKRI.

“Saya lihat masyarakat di tempat wilayah satuan lama memberikan penilaian positif kepada satuan lama ini. Apa yang dilakukan mereka memberikan manfaat kepada masyarakat di wilayah mereka masing-masing,” kata Brigjend TNI Herman Asaribab, Senin (15/5/2017).

Untuk pengganti satuan, bagaimana harapan dari Kasdam? Dikatakan Brigjend TNI Herman Asaribab, pertama laksanakan perintah harian Panglima Kodam XVII Cenderawasih dengan tak mengkonsumsi minuman beralkohol dan narkoba.
Kasdam XVII Cenderawasih, Brigjend TNI Herman Asaribab memberikan sematan tanda pergantian tugas kepada Komandan Satgas Pamtas RI-PNG yang lama.
“Kedua interaksi mereka dengan rekan kepolisian, ketiga bagaimana mengimplementasikan dengan pemerintah daerah, interaksi mereka sesuai dengan bidangnya,” ujarnya.

Seperti kata Kasdam, bidang pertanian, renovasi rumah ibadah, peternakan dan bidang pendidikan serta kesehatan perlu mendapat perhatian. “Ini yang kami harapkan agar bisa nyambung dengan satuan yang lama. Jelas mereka sebelumnya sudah terima dan sedang berjalan,” katanya.

Kasdam kembali ingatkan kepada seluruh prajurit Satgas Pamtas RI-PNG agar waspada dengan melakukan patroli-patroli keamanan maupun patroli pemeriksaan patok batas dan membuat tanda dari pos ke patok batas di sektor tanggung jawabnya.

“Ciptakan stabilitas keamanan di sepanjang perbatasan, mencegah pelintas batas ilegal, penebangan kayu ilegal, penyelundupan dan mencegah keluar masuknya miras dan narkoba serta kelompok kriminal bersenjata,” tuturnya.
Letkol Inf Sigit Sugiharto (kiri), Letkol Inf Lukman Hakim (tengah), dan Letkol Inf Horas Sitinjak (kanan), Satgas lama.
Sekadar diketahui, rotasi pasukan Satgas Pamtas RI-PNG ini antara lain Yonif Raider 432/WSJ menggantikan Yonif 122/TS, Yonif 410/ALG menggantikan Yonif Mekanis 516/CY, Yonif Mekanis 512/QY menggantikan Yonif Raider 700/WYC. Saat ini  satuan yang lama berangsur-angsur bergeser menuju Kapal Republik Indonesia (KRI) Banda Aceh 593 yang telah sandar di pelabuhan utama Jayapura.

Serambi depan negara RI yang berbatasan langsung negara PNG terbentang kurang lebih 820 kilometer. Wilayah perbatasan itu memiliki kerawanan yang harus diantisipasi, seperti pelintas ilegal, penyelundupan barang atau orang, pencurian SDA, penyelundupan minuman keras dan narkoba serta kelompok kriminal bersenjata terutama di wilayah yang sulit dan jauh dari jangkauan pengawasan.
Jurnalis: Indrayadi T Hatta / Editor: Satmoko / Foto: Indrayadi T Hatta





Bagikan:

Satmoko Budi Santoso

Berikan Komentar:

0 comments so far,add yours