KAMIS, 18 MEI 2017

BALIKPAPAN --- Rendahnya partipasi pemilih dalam pesta demokrasi Pemilukada Kalimantan Timur dan Balikpapan salah satu upaya KPUD mendirikan Rumah Pintar Pemilu (RPP), sekaligus Pusat Pelayanan Informasi Publik, Kamis (18/5/2017). RPP yang telah diresmikan diberi nama Semayang karena letaknya berdekatan dengan lokasi Pelabuhan Semayang Balikpapan.
Wakil Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas'ud bersama Ketua KPUD Balikpapan Noor Thoha, saat meresmikan Rumah Pintar Pemilu.
Dalam peresmian, Ketua KPUD Balikpapan Noor Thoha menjelaskan, keberadaan RPP dalam meningkatkan pemahaman masyarakat tentang Pemilu sekaligus meningkatkan partisipasi Pemilu.

"Kondisi demokrasi saat ini mengalami masalah serius. Indikasinya dari tingkat pemilih yang sulit mencapai 60%. Dari data saat partisipasi pemilih pada pemilihan wali kota 2015 lalu hanya mencapai 59,31%. Pemilih kita juga transaksional, kalau nggak dikasih duit, nggak mau memilih," ucapnya saat peresmian RPP, Kamis (18/5/2017).

Pengadaan RPP adalah pilot project KPU RI. Selain Balikpapan, ada yang menjadi pencontohan yakni KPU Provinsi Kaltim, KPUD Kutai Barat, Bontang dan Samarinda.

"Anggaran dari KPU RI sebesar Rp35 juta sebagai stimulus dan selanjutnya dibantu Pemkot Balikpapan Rp120 juta," sebut Thoha.

Kehadiran RPP, lanjutnya, mengajak pemilih pemula untuk ikut peduli dan berpartisipasi dalam pesta demokrasi Pemilukada.

Fasilitas RPP Semayang yaitu terdapat ruang audio visual yang memutar film tentang Pemilu, terdapat juga informasi partisipasi pemilih hingga maket yang menggambarkan proses pemilihan umum.

Di tempat yang sama, Wakil Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas'ud mengatakan, RPP sebagai wadah edukasi politik untuk masyarakat. "Harapannya dapat membentuk generasi pemilih cerdas dan pemimpin berkualitas untuk pembangunan bagi masyarakat," imbuhnya.

Sementara itu, Komisioner KPU Kaltim Mohammad Syamsul menilai, selama ini masyarakat melihat KPU sebagai tempat bermasalah dalam Pemilu. Bahkan ada demostrasi hingga gugatan baik calon legislatif dan calon kepala daerah.
Suasana di dalam Rumah Pintar Pemilu.
"Pemikiran yang dibangun harus memberikan pemahaman bahwa Pemilu adalah menyerap aspirasi atau partisipasi pemilih dalam demokrasi," tutupnya.
Jurnalis: Ferry Cahyanti / Editor: Satmoko / Foto: Ferry Cahyanti
Bagikan:

Satmoko Budi Santoso

Berikan Komentar:

0 comments so far,add yours