Tingkatkan Kemampuan, Pustawakan Lamsel Ikuti Pelatihan Berbasis SLIMS

63

KAMIS, 18 MEI 2017

LAMPUNG — Puluhan tenaga pustakawan di Kabupaten Lampung Selatan mengikuti pelatihan otomasi perpustakaan berbasis Senayan Library Management System (SLIMS) selama satu hari di perpustakaan seru (Perpuseru) kompleks masjid Kubah Intan Kalianda Lampung Selatan. 

Proses pelatihan pustakawan berbasis SLIMS

“Ini merupakan upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia dalam pengelolaan perpustakaan seru yang kini hampir ada di setiap desa dengan kemajuan tekhnologi perpustakaan sebagian berbasis internet di setiap desa yang ada di Lampung Selatan lengkap dengan buku-buku konvensional serta buku elektronik,” terang Sugeng Hariyono selaku fasilitator perpustakaan seru Kabupaten Lampung Selatan dalam keterangannya kepada Cendana News, Kamis (18/5/2017).

Kegiatan yang merupakan bentuk pengabdian Universitas Lampung khususnya dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lampung tersebut diakuinya juga diisi dengan peningkatan kemampuan komunikasi interpersonal yang efektif bagi pustakawan.

Dalam pelatihan tersebut diakui Sugeng Hariyono semua pustakawan dibekali dengan adanya automasi perpustakaan dengan praktek proses peminjaman dan pengembalian koleksi buku buku bacaan tidak membutuhkan waktu lama karena layanan sirkulasi telah terautomasi. Para peserta juga bahkan mulai dikenalkan dengan sistem automasi dengan mengakses opac (online public acces catalog) sehingga memberi kemudahan bagi proses pencarian dan menemukan koleksi buku yang dibutuhkan secara cepat.

Salah satu pemberi pelatihan, Wulan Suciska,S.I.Kom,M.Si mengungkapkan, saat ini pustakawan dapat menerapkan sistem opac dengan baik sehingga mampu melayani para peminjam buku dengan cepat.

Sugeng Hariyono (kanan) fasilitator Perpuseru Lamsel

Ia menerangkan SLIMS merupakan perangkat lunak (software) otomasi perpustakaan yang dapat digunakan untuk membantu kegiatan perpustakaan mulai dari sirkulasi, opac, manajemen anggota, manajemen koleksi berbasis web yang dirilis dengan platform general public licence (GPL). Sebagai aplikasi berbasis web serta berplatform GPL maka aplikasi tersebut kompatibel untuk berjalan serta dapat diunduh, dimodifikasi dan disebarluaskan dengan tetap berpegang pada lisensi GPL.

“Harapannya pustakawan di Lampung Selatan bahkan hingga ke perpustakaan desa bisa menyerap pelatihan ini dan bisa mengaplikasikan di perpustakaan masing masing yang dapat dioperasikan secara gratis,”terang Wulan Suciska,S.I.Kom,M.Si.

Peserta pelatihan

Salah satu peserta Dwi dari perpustakaan Tanjung Jaya menyebut pelatihan tersebut sangat berguna untuk pengembangan perpustakan desa. Ia menyebut saat ini kendala yang dihadapi oleh perpustakaan di pedesaan adalah keterbatasan jumlah koleksi buku dan masih minimnya sumber daya manusia yang mau mendukung dan mengelola perpustakaan.

“Selain mendapat dukungan pelatihan dari pemerintah kami juga para pustakawan berharap agar koleksi buku-buku dapat ditambah, di antaranya dengan mewajibkan penggunaan dana desa untuk kebutuhan perpustakaan salah satunya buku,”ungkapnya.

Jurnalis : Henk Widi / Redaktur : ME. Bijo Dirajo / Foto : Henk Widi

Source: CendanaNews

Komentar