RABU, 17 MEI 2017

SEMARANG --- Mewujudkan kreatifitas dan ide mahasiswa dalam berwirausaha, diperlukan ruang untuk bereksperimen memasarkan hasil karyanya, sehingga antusiasme untuk membuka lapangan pekerjaan dapat muncul setelah lulus. 

Bayu Pamungkas (paling kiri) bersama teman-temannya saat di stand homemade
Hal tersebut dikatakan oleh Lukas Yulianto, staff biro kemahasiswaan Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) dalam kegiatan Lomba Kreative Enterpreneuf di pelataran kampus, Rabu (17/05/2017).

Untuk mendukung langkah tersebut, pihak rektorat memasukkan materi kewirausahaan sebagai salah satu mata kuliah wajib bagi mahasiswa yang dibagi menjadi tiga bagian, Pertama dasar enterpreneurship, Kedua Strata bisnis dan Ketiga enterpreneurship advance. Hal ini sesuai dengan komitmen Udinus untuk menjadi Perguruan Tinggi utama di bidang wirausaha

"Minat mahasiswa untuk berwirausaha cukup tinggi sehingga kami memasukkan wirausaha menjadi kurikulum belajar," tambahnya

Menurut Lukas salah satu yang harus diperbaiki dari wirausahawan adalah masalah mental. Dirinya menilai bahwa kegagalan dalam menjalankan bisnis adalah hal wajar karena itulah untuk memulai wirausaha sedari mahasiswa agar dapat mengelola kemampuan manajerial dengan baik

Lukas Yulianto
Salah satu peserta enterpreneurship expo, Bayu Pamungkas menyebutkan, saat ini mahasiswa berharap bahwa acara seperti ini rutin terselenggara, dikarenakan tidak hanya dibekali dengan teori saja, tetapi sudah mendapatkan ruang untuk praktek.

Disebutkan, di Indonesia sendiri jumlah wirausahawan masih sangat minim, hanya kurang dari dua persen, jauh tertinggal dari negara maju yang bisa mencapai sepuluh persen.

"Banyak wirausahawan yang mencapai kesuksesan di usia muda dan dapat menjadi contoh bagi kami untuk menekuni bisnis," ujar mahasiswa Ilmu Komunikasi tersebut

Dirinya berharap mahasiswa yang mempunyai niatan untuk berwirausaha dapat membuka lapangan pekerjaan sendiri setelah lulus kuliah nanti. Pengalaman menjalani bisnis selama duduk di bangku perkuliahan dapat menjadi ajang untuk menggali kreativitas

Di pameran kali ini bersama dengan teman-temannya Bayu membuka stand yang menjual berbagai macam kerajinan handmade, mulai dari toples, tempat charge, pouch bag, gelang dan batik. Sementara untuk ajang lomba Kreanovative enterpreneur Udinus sendiri berlangsung selama dua hari. Dalam pameran tersebut ada 52 stand pelaku usaha dari kalangam mahasiswa, berbagai produk hasil inovasi dijajakan mereka antara lain makanan, minuman, kerajinan tangan hingga start-up.
Jurnalis : Khusnul Imanuddin / Redaktur : ME. Bijo Dirajo / Foto : Khusnul Imanuddin
Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar:

0 comments so far,add yours